Berita Pilihan

UGM dan Yogyakarta: Peninggalan Sejarah dan Inovasi Masa Depan

admin ·
UGM dan Yogyakarta: Peninggalan Sejarah dan Inovasi Masa Depan

Berita Pilihan 14 Mei 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan salah satu institusi pendidikan tertua dan terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1949, UGM telah menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Salah satu peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan baik adalah rumah Prof. dr. M. Sardjito, rektor pertama UGM dan ketiga Universitas Islam Indonesia (UII). Rumah ini terletak di Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, dan telah dijual oleh keluarga Sardjito senilai miliaran rupiah.

Rumah peninggalan Sardjito ini memiliki gaya arsitektur indische dan didirikan di atas lahan 1.206 meter persegi dengan luasan bangunan sekitar 800 meter. Rumah ini pernah menjadi tempat tinggal Sardjito dan juga lokasi pertemuan tokoh nasional seperti Soekarno, Moh. Hatta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan Soemitro Djojohadikusumo. Selain itu, rumah ini juga pernah menjadi tempat produksi obat tradisional Calcusol.

Baca juga:

Di samping peninggalan sejarah, UGM juga terlibat dalam berbagai kegiatan inovatif dan pengembangan masyarakat. Salah satu contoh adalah program Farmer Resilience and Enhanced Sustainable Husbandry (FRESH) yang dijalankan oleh PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) bersama Danone Ecosystem, Yayasan Rumah Energi (YRE), dan mitra terkait. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas peternak sapi perah rakyat dan koperasi melalui pelatihan Good Dairy Farming Practices (GDFP), penguatan infrastruktur, inovasi peternakan, hingga penguatan akses pembiayaan dan teknologi.

UGM juga menjadi tuan rumah bagi berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, seperti Jogja Financial Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center. Festival ini akan menjadi tempat berkumpulnya banyak pihak dari sektor keuangan, mulai dari regulator, pembuat kebijakan, pelaku industri finansial, akademisi, hingga masyarakat umum.

Baca juga:

Dalam menghadapi tantangan global, UGM juga terlibat dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu contoh adalah penelitian tentang hantavirus yang dilakukan oleh Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, Riris Andono Ahmad. Penelitian ini membahas tentang potensi penularan hantavirus antarmanusia melalui droplet, terutama pada strain Andes yang dominan hidup di kawasan Pegunungan Andes, Amerika Selatan.

Dalam kesimpulan, UGM dan Yogyakarta memiliki peninggalan sejarah yang kaya dan juga terlibat dalam berbagai kegiatan inovatif dan pengembangan masyarakat. Dengan demikian, UGM tetap menjadi salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia dan berperan penting dalam menghadapi tantangan global.

Baca juga: