Pesta Babi: Film Dokumenter yang Mengungkap Dampak Kolonialisme Modern
Berita Pilihan 14 Mei 2026 – Baru-baru ini, film dokumenter "Pesta Babi" menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Film ini mengangkat tema kolonialisme modern dan dampaknya terhadap masyarakat adat di Papua. Dandhy Laksono, sutradara film ini, ingin mengungkapkan bagaimana kebijakan ekonomi ekstraktif ala kolonial masih berlangsung hingga saat ini.
Film "Pesta Babi" menyorot kehidupan masyarakat adat di Papua yang terus kehilangan hutan adatnya akibat proyek perkebunan tebu, sawit, dan program food estate. Masyarakat adat ini melakukan perlawanan simbolik dengan memasang "salib merah" sebagai bentuk penolakan terhadap masuknya perusahaan dan penguasaan lahan yang dianggap mengancam keberlangsungan hidup serta identitas adat mereka.
Film ini juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan berbagai proyek investasi yang berlangsung di kawasan Papua. Istilah "Pesta Babi" sendiri merujuk secara harfiah pada tradisi budaya Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Muyu melalui ritual adat besar bernama Awon Atap Bon.
Selain "Pesta Babi", ada beberapa film dokumenter lain yang juga mengangkat tema kolonialisme modern, seperti "Behemoth" yang mengangkat topik serupa dengan "Pesta Babi", yaitu kebijakan ekonomi ekstraktif yang merugikan penduduk lokal. Film "The Territory" juga mengungkapkan bagaimana kolonialisme modern masih berlangsung di Brasil, khususnya terhadap warga pribumi yang hidupnya bergantung kepada alam secara langsung.
Film-film dokumenter ini dapat membuka wawasan tentang legasi kolonialisme yang masih terasa hingga kini. Mereka menyorot dampak kolonialisme dan eksploitasi modern, serta mengungkapkan bagaimana kebijakan ekonomi ekstraktif ala kolonial masih berlangsung hingga saat ini.
Di sisi lain, pemutaran film "Pesta Babi" juga telah dilakukan di beberapa tempat, seperti di UIN Suska Riau dan di kampung Dago Elos. Pemutaran film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak kolonialisme modern dan pentingnya mempertahankan tanah adat.
Dalam pemutaran film "Pesta Babi" di kampung Dago Elos, warga setempat juga melakukan diskusi tentang perjuangan mempertahankan tanah adat. Mereka menyatakan bahwa perjuangan warga Papua dan Dago Elos sama-sama memperjuangkan tanah, meskipun jaraknya sangat jauh.
Kesimpulan dari film "Pesta Babi" dan film-film dokumenter lainnya adalah bahwa kolonialisme modern masih berlangsung hingga saat ini, dan dampaknya sangat besar terhadap masyarakat adat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mempertahankan tanah adat dan menghentikan kebijakan ekonomi ekstraktif ala kolonial.