Danantara GoTo Beli Saham, Janjikan Kesejahteraan Ojol & Turunkan Potongan Aplikasi
Berita Pilihan 06 Mei 2026 – JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Danantara resmi mengumumkan kepemilikan sahamnya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo). Pengungkapan ini menjadi sorotan utama karena sekaligus menandai langkah pemerintah untuk menyejahterakan para pengemudi ojek online (ojol) melalui kepemilikan strategis. Rosan Roeslani, CEO Danantara, menegaskan bahwa investasi ini bukan sekadar soal keuntungan finansial, melainkan upaya memperbaiki ekosistem aplikasi transportasi digital yang selama ini mengandalkan potongan tarif tinggi.
Menurut Rosan, pembelian saham GoTo telah dimulai sejak awal tahun 2026, bertepatan dengan program bantuan kepada driver yang meliputi BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta peningkatan Bantuan Hari Raya (BHR). “Kami ingin mengalihkan dana marketing yang biasanya dibakar menjadi investasi yang memberi manfaat langsung bagi ojol,” ujarnya di Istana Kepresidenan. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menurunkan potongan aplikasi menjadi 8 persen, sehingga driver dapat memperoleh pendapatan bersih yang lebih tinggi.
Berbagai langkah konkrit yang dijanjikan meliputi:
- Penyediaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan secara penuh bagi seluruh driver GoTo.
- Peningkatan THR (BHR) dengan lipatan ganda dibandingkan tahun sebelumnya.
- Negosiasi penurunan potongan aplikasi menjadi 8 persen, yang sebelumnya berada di kisaran 10‑20 persen.
- Pengelolaan dana marketing yang dialihkan ke program kesejahteraan driver.
Meski belum mengungkapkan jumlah pasti saham yang diborong, Danantara menegaskan proses akuisisi masih berjalan dan akan terus ditingkatkan. “Kami tidak mau mengumbar angka karena masih dalam tahap evaluasi, namun komitmen kami jelas: menjadi pemilik saham yang berperan aktif dalam kebijakan perusahaan,” kata Rosan.
Pengaruh keputusan Danantara GoTo ini juga terasa pada kinerja keuangan Tokopedia yang kini mulai mencatatkan profit pada kuartal pertama 2026, setelah bertahun‑tahun merugi. Peningkatan laba tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengalokasikan lebih banyak dana ke program kesejahteraan driver, sekaligus memperkuat posisi pasar di tengah persaingan ketat dengan Grab.
Selain aspek kesejahteraan, investasi Danantara juga dilihat sebagai strategi pemerintah untuk mengendalikan dinamika regulasi aplikasi transportasi. Dengan memiliki saham, pemerintah memiliki suara dalam keputusan strategis GoTo, termasuk kebijakan tarif, regulasi driver, dan inovasi layanan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi digital dan perlindungan tenaga kerja informal.
Secara keseluruhan, langkah Danantara GoTo mencerminkan sinergi antara kebijakan publik dan mekanisme pasar. Pemerintah tidak lagi hanya mengatur, melainkan juga berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan yang menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Dampaknya diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan driver, tetapi juga memperkuat ekosistem digital nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.