Berita Pilihan

Terungkap! Danantara Beli Saham GOTO di Bawah 1%: Apa Motif Pemerintah?

admin ·
Terungkap! Danantara Beli Saham GOTO di Bawah 1%: Apa Motif Pemerintah?

Berita Pilihan 06 Mei 2026 – Jakarta, 6 Mei 2026 – Badan Pengelola Investasi Danantara, lembaga pengelola investasi milik negara, secara resmi mengumumkan kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di pasar sekunder. Meskipun porsi kepemilikan masih berada di bawah satu persen, langkah ini menarik perhatian publik dan pelaku pasar karena menandakan intervensi pemerintah dalam sektor teknologi dan transportasi online.

Menurut pernyataan R A Koesoemohadiani, Corporate Secretary GOTO, pembelian saham dilakukan melalui mekanisme bursa dan telah dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai regulasi yang mengharuskan perusahaan melaporkan pemegang saham dengan kepemilikan 1‑5 persen secara privat. Nilai transaksi tidak diungkapkan, namun Danantara menegaskan bahwa investasi ini bersifat strategis, bukan sekadar spekulasi finansial.

Baca juga:

CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan penjelasan lebih rinci dalam sebuah konferensi pers di Istana Kepresidenan. Ia menekankan bahwa tujuan utama pembelian saham GOTO adalah meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojek online (ojol). Danantara berencana mendorong pemberian jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta menurunkan komisi aplikasi dari kisaran 10‑20 persen menjadi 8 persen, selaras dengan Perpres No.27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Berikut beberapa poin utama yang diutarakan Rosan Roeslani:

  • Memberikan kepastian sosial bagi driver melalui program BPJS.
  • Mengurangi beban komisi aplikasi agar pendapatan driver naik.
  • Menjalin dialog langsung dengan manajemen GOTO untuk mempengaruhi kebijakan internal perusahaan.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga menambahkan bahwa intervensi melalui Danantara diharapkan dapat restrukturisasi model bisnis aplikasi transportasi, menjadikannya lebih menguntungkan bagi para mitra pengemudi. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melainkan melalui investasi langsung Danantara, yang saat ini memiliki sekitar 2,3 miliar saham GOTO melalui Telkomsel, setara 2 persen dari total saham beredar.

Baca juga:

Investasi Danantara datang pada momentum penting bagi GOTO. Pada kuartal I 2026, perusahaan mencatat laba bersih pertama sebesar Rp171 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian signifikan. Pendapatan bersih naik 26% menjadi Rp5,3 triliun, dan Gross Transaction Value (GTV) inti meningkat 65%. Arus kas bebas positif Rp1,3 triliun menandakan pergeseran strategi dari pola “burning cash” ke alokasi dana yang lebih berkelanjutan, termasuk dukungan sosial bagi mitra.

Para analis pasar menilai bahwa harga saham GOTO yang berada di level psikologis Rp50 per lembar – sering disebut “saham gocap” – menjadi peluang beli bagi investor institusional. Keputusan Danantara untuk masuk di saat harga undervalued menunjukkan keyakinan bahwa fundamental perusahaan telah membaik dan potensi pertumbuhan jangka panjang akan memberikan imbal hasil yang menarik.

Selain aspek sosial, Danantara juga melihat potensi sinergi bisnis. Dengan memiliki kursi di dewan direksi GOTO, pemerintah dapat memastikan kebijakan tarif, perlindungan driver, dan tata kelola perusahaan (GCG) lebih transparan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem digital nasional dan mendukung inklusi keuangan bagi pekerja informal.

Baca juga:

Secara keseluruhan, langkah Danantara membeli saham GOTO menandakan strategi investasi pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan sosial. Pengaruh langsung pada kebijakan perusahaan diharapkan dapat mempercepat penerapan regulasi yang melindungi driver, sekaligus memperkuat posisi GOTO sebagai pemain utama dalam ekosistem teknologi Indonesia.

Dengan sinergi antara kebijakan publik dan strategi korporasi, harapan besar kini terletak pada apakah GOTO dapat mempertahankan profitabilitasnya sambil meningkatkan kesejahteraan mitra. Waktu akan menjawab sejauh mana investasi Danantara dapat menjadi katalis perubahan positif bagi industri transportasi online di Tanah Air.