Dividen Bank Mandiri 2025 Catat Rekor: Rp476,95 per Saham, Yield 10,77% & Rencana Buyback Rp1,17 Triliun
Berita Pilihan 01 Mei 2026 – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri yang digelar pada 29 April 2026 menghasilkan keputusan penting bagi pemegang saham. Perseroan menyetujui pembagian dividen senilai Rp44,47 triliun, setara 79% dari laba bersih tahun buku 2025, menjadikannya dividen terbesar dalam sejarah perusahaan.
Dividen ini dibagi dalam dua fase. Sebagian sebesar Rp9,3 triliun telah dibayarkan lebih awal sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026. Sisanya akan dibayarkan setelah RUPST selesai, menghasilkan total dividend per share (DPS) sebesar Rp476,95 per lembar, naik dari Rp466,18 pada tahun sebelumnya. Dengan harga penutupan saham Rp4.430, dividend yield tercatat 10,77%, termasuk yang tertinggi di antara bank-bank domestik.
Keputusan tersebut mencerminkan kinerja fundamental yang kuat. Laba bersih konsolidasi tahun 2025 mencapai Rp56,3 triliun, didorong oleh pertumbuhan kredit 13,4% YoY menjadi Rp1.895 triliun serta peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,9% YoY menjadi Rp2.106 triliun. Direktur Utama Riduan menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk memberikan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham tanpa mengurangi kapasitas pertumbuhan.
Selain dividen, RUPST juga menyetujui program buyback saham senilai maksimal Rp1,17 triliun yang akan dilaksanakan dalam 12 bulan setelah persetujuan, yaitu hingga 29 April 2027. Saham yang dibeli akan menjadi treasury stock dan selanjutnya dialokasikan melalui program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan komisaris non-independen, sesuai regulasi OJK. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor dan mendukung prospek jangka panjang Bank Mandiri.
Di sisi lain, Bank Mandiri terus memperluas layanan digitalnya, termasuk fitur QR Antar Negara yang kini dapat dipakai di China melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Fitur ini memungkinkan nasabah melakukan pembayaran di jutaan merchant yang menerima UnionPay atau Alipay tanpa harus menukar uang tunai. Pada Maret 2026, nilai transaksi QR Antar Negara mencapai Rp154 miliar, naik 137% YoY, menandakan pergeseran perilaku nasabah ke pembayaran digital lintas negara.
Bank Mandiri juga menawarkan rekening multicurrency Yuan (CNY) yang terhubung dengan Mandiri Debit, memungkinkan penarikan tunai di ATM berlogo Visa di China tanpa konversi kurs. Layanan serupa telah tersedia di Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan, memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai penyedia solusi pembayaran internasional yang terintegrasi.
Dengan lebih dari 39,1 juta pengguna Livin’ by Mandiri hingga Maret 2026 dan total nilai transaksi mencapai Rp1.200 triliun, ekosistem digital bank ini menunjukkan pertumbuhan solid. Pengguna QRIS Bank Mandiri tercatat 9,9 juta, naik 41% YoY, sementara nilai transaksi QRIS meningkat 76% YoY menjadi Rp64 triliun.
Secara keseluruhan, keputusan dividen dan buyback yang signifikan, dipadukan dengan inovasi layanan digital, menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai bank dengan fundamental solid dan visi pertumbuhan yang berkelanjutan. Pemegang saham diharapkan mendapatkan manfaat langsung dari dividen yang tinggi, sementara program buyback dapat meningkatkan nilai saham di pasar.