Berita Pilihan

Kediri Bangkit: Renovasi Jembatan Merah Putih dan Percepatan Sekolah Rakyat Dorong Kemajuan Ekonomi

admin ·
Kediri Bangkit: Renovasi Jembatan Merah Putih dan Percepatan Sekolah Rakyat Dorong Kemajuan Ekonomi

Berita Pilihan 01 Mei 2026 – Kediri kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian proyek infrastruktur dan pendidikan diluncurkan secara bersamaan pada awal Mei 2026. Dua inisiatif utama—renovasi Jembatan Merah Putih Presisi dan survei lapangan untuk Sekolah Rakyat—menunjukkan sinergi lintas sektor antara kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Jembatan Merah Putih Presisi, yang terletak di Jalan Wijaya Kusuma, Dusun Wangkal Kerep, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, telah selesai direnovasi setelah mengalami penurunan kondisi yang menghambat mobilitas warga. Peresmian dilakukan oleh Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, yang menegaskan komitmen Polri dalam memperbaiki fasilitas publik. Renovasi mencakup penguatan rangka, pembaruan lantai, pengecoran, penggantian pagar pengaman, dan pengaspalan kembali. Menurut AKBP Bramastyo, “Sinergi yang terbangun membuat pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Hasilnya diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga, termasuk distribusi barang dan akses ekonomi.”

Baca juga:

Kepala Desa Karangtengah, Sukarmanto Wijaya, menyampaikan rasa lega warganya. “Jembatan ini sudah lama dinantikan perbaikannya. Mobilitas warga sangat bergantung pada akses ini, baik untuk aktivitas harian maupun kegiatan ekonomi,” ujarnya. Prosesi peresmian diwarnai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita, diikuti peninjauan langsung kondisi jembatan oleh rombongan resmi.

Sementara itu, di sisi pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kediri mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan pentingnya survei lapangan untuk memastikan data calon siswa tepat sasaran. “Saya minta jangan sampai ada kesalahan, hukumnya wajib untuk dilakukan survei lapangan pada saat mau menginput anak‑anak yang masuk Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Baca juga:

Sekolah Rakyat ini direncanakan menampung 1.080 siswa dari jenjang SD hingga SMA, dengan fokus pada anak‑anak dari desil 1 dan 2. Pembangunan yang telah mencapai 49 % progres, bahkan melampaui target perencanaan 47 %, diperkirakan akan selesai pada 20 Juni 2026. Fasilitas yang disediakan meliputi lahan seluas 7,6 hektare, akses jalan, drainase, jaringan air, serta penyambungan listrik. Sementara bangunan utama masih dalam tahap konstruksi, Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPK ASN) di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, telah diubah menjadi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri, menampung 100 siswa dengan sistem asrama lengkap.

Kolaborasi lintas sektor juga terlihat jelas pada kedua proyek. Pada renovasi jembatan, kepolisian berperan sebagai koordinator lapangan, memastikan keamanan dan kelancaran proses konstruksi. Di proyek pendidikan, Bupati didampingi oleh Kapolres Kediri serta jajaran pemerintah kabupaten, menegaskan pentingnya integrasi antara keamanan, infrastruktur, dan layanan publik.

Baca juga:
  • Renovasi Jembatan Merah Putih meningkatkan akses antar‑kecamatan Ngoro dan Kandangan.
  • Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas pendidikan lengkap bagi ribuan anak dari keluarga kurang mampu.
  • Sinergi antara Polri, Pemerintah Kabupaten, dan masyarakat mempercepat penyelesaian proyek.
  • Target penyelesaian Sekolah Rakyat pada Juni 2026 mengantisipasi kebutuhan tahun ajaran baru.

Keberhasilan kedua proyek tidak lepas dari dukungan finansial pemerintah daerah serta partisipasi aktif warga sekitar. Masyarakat dilibatkan dalam pengawasan proses pembangunan, sehingga kualitas hasil dapat terjaga. Bupati Hanindhito menambahkan, “Kami berkomitmen mendukung dan menyukseskan Sekolah Rakyat ini, karena pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan.”

Dengan infrastruktur yang lebih baik dan akses pendidikan yang lebih luas, Kediri diproyeksikan akan mengalami peningkatan aktivitas ekonomi. Jalan yang terhubung kembali memperlancar distribusi barang, sementara generasi muda yang mendapatkan pendidikan berkualitas siap berkontribusi pada pembangunan daerah. Kediri kini menapaki langkah konkret menuju transformasi sosial‑ekonomi yang inklusif.