Dividen Bank Mandiri Menggoda Investor: Rp376,96 per Saham, Cum Date Mei 2026, Sementara QR Antar Negara Merambah China
Berita Pilihan 02 Mei 2026 – Bank Mandiri (BMRI) kembali menarik perhatian pasar modal dengan pengumuman Dividen Bank Mandiri yang menggiurkan. Dividen final ditetapkan sebesar Rp376,96 per saham, dengan total alokasi mencapai Rp44,47 triliun. Jadwal cum date dijadwalkan pada bulan Mei 2026, menandai momentum penting bagi pemegang saham setelah pencapaian laba bersih kuartal I 2026 yang naik 11,6% menjadi Rp16,21 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, strategi pertumbuhan bank tidak hanya berfokus pada pembagian laba. Direksi menegaskan pentingnya inovasi layanan digital, khususnya program QR Antar Negara yang kini telah diperluas ke Tiongkok. Fitur ini memungkinkan nasabah melakukan pembayaran di jutaan merchant yang menerima QR berlogo UnionPay atau Alipay, tanpa perlu menukar uang tunai atau melakukan konversi mata uang.
Perluasan layanan ini sejalan dengan lonjakan transaksi lintas negara yang tercatat naik 137% secara tahunan, mencapai nilai Rp154 miliar pada Maret 2026. Pada laporan sebelumnya, nilai transaksi QR Antar Negara tercatat Rp54 miliar, menegaskan pertumbuhan yang konsisten selama beberapa kuartal terakhir. Ekspansi ke pasar China dianggap langkah strategis mengingat ekosistem pembayaran digital terbesar di dunia berada di sana.
Bank Mandiri juga memperkuat ekosistem pembayaran melalui pembukaan rekening multicurrency yuan (CNY) yang terhubung dengan Mandiri Debit. Nasabah kini dapat menarik tunai di ATM berlogo Visa di China tanpa konversi kurs, menambah kenyamanan bagi pelancong dan pebisnis Indonesia.
Di sisi operasional, laporan keuangan menunjukkan dinamika yang menarik. Meskipun laba bersih naik, kredit bank mengalami kontraksi sebesar 5,9% YoY menjadi Rp1,568 triliun, menandakan penyesuaian portofolio kredit di tengah ketidakpastian makroekonomi. Net interest income (NII) juga menurun 1,8% YoY menjadi Rp25,04 triliun, sementara beban dana turun 12,7% menjadi Rp12,32 triliun, membantu menjaga profitabilitas.
Bank Mandiri tidak hanya fokus pada profitabilitas jangka pendek. Kunjungan wakil Direktur Utama Henry Panjaitan ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar menegaskan komitmen bank terhadap transisi energi dan pasar karbon. Bank berpartisipasi dalam pembelian 5.000 tCO₂e unit karbon melalui IDXCarbon, mendukung target Net Zero Emission operasional pada 2030.
Berikut rangkuman utama dalam bentuk tabel:
| Item | Value |
|---|---|
| Dividen per saham | Rp376,96 |
| Total dividen | Rp44,47 triliun |
| Jadwal Cum Date | Mei 2026 |
| Laba Q1 2026 | Rp16,21 triliun |
Dengan lebih dari 39,1 juta pengguna Livin’ by Mandiri dan total nilai transaksi mencapai Rp1.200 triliun hingga Maret 2026, bank memperlihatkan kekuatan platform digitalnya. Pengguna QRIS Bank Mandiri tercatat 9,9 juta, naik 41% YoY, dan nilai transaksi QRIS meningkat 76% YoY menjadi Rp64 triliun.
Kesimpulannya, Dividen Bank Mandiri tidak hanya menjadi insentif bagi investor, tetapi juga mencerminkan strategi jangka panjang bank dalam memperkuat layanan digital, mendukung transisi energi, dan menjaga kesehatan keuangan di tengah tantangan pasar. Kombinasi pembagian laba yang menarik, ekspansi layanan pembayaran lintas negara, serta komitmen ESG menjadikan Bank Mandiri pilihan yang patut dipertimbangkan oleh para pemegang saham dan nasabah.