Berita Pilihan

Bank BJB Luncurkan Direksi Baru, Susi Pudjiastuti Angkat Sebagai Komisaris Utama, dan Bagikan Dividen Rp900 Miliar

admin ·
Bank BJB Luncurkan Direksi Baru, Susi Pudjiastuti Angkat Sebagai Komisaris Utama, dan Bagikan Dividen Rp900 Miliar

Berita Pilihan 30 April 2026 – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) yang digelar pada Selasa, 28 April 2026 di Bale Pakuan, Bandung, menghasilkan keputusan strategis yang menandai langkah besar bagi institusi keuangan daerah ini. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang juga merupakan pemegang saham pengendali, menekankan pentingnya penguatan tata kelola, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas kredit dalam rangka menyiapkan Bank BJB menjadi motor pertumbuhan ekonomi regional pada tahun 2026.

Selama rapat, para pemegang saham menyetujui perubahan signifikan pada susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, diangkat sebagai Komisaris Utama Independen. Pengangkatan ini menambah dimensi strategis, mengingat pengalaman Susi dalam mengelola perusahaan besar dan kemampuannya memberikan masukan kebijakan yang pro‑bisnis. Di sampingnya, tiga komisaris independen lainnya, yakni Novian Herodwijanto, Eydu Oktain Panjaitan, dan Rudie Kusmayadi, turut mengisi kursi dewan.

Baca juga:

Di jajaran Direksi, Ayi Subarna ditetapkan sebagai Direktur Utama definitif, menggantikan Yusuf Saadudin yang meninggal pada November 2025. Penunjukan ini diharapkan membawa kesinambungan kepemimpinan serta memperkuat fokus pada digitalisasi layanan, pengembangan UMKM, dan ekspansi kredit produktif. Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi yang telah disetujui:

Dewan Komisaris Jabatan
Susi Pudjiastuti Komisaris Utama Independen
Novian Herodwijanto Komisaris Independen
Eydu Oktain Panjaitan Komisaris Independen
Rudie Kusmayadi Komisaris
Herman Suryatman Komisaris
Tomsi Tohir Komisaris
Direksi Jabatan
Ayi Subarna Direktur Utama
Asep Dani Fadillah Direktur Kepatuhan
Hana Dartiwan Direktur Keuangan
Mulyana Direktur Korporasi & UMKM
Nunung Suhartini Direktur Konsumer & Ritel
Muhammad As’adi Budiman Direktur Teknologi Informasi
Herfinia Direktur Operasional

Keputusan strategis lain yang menonjol adalah persetujuan pembagian dividen tunai sebesar Rp900 miliar, setara dengan Rp85,54 per lembar saham. Dividen ini mencerminkan komitmen Bank BJB dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menegaskan kesehatan keuangan bank setelah mencatat total aset mencapai Rp221,3 triliun pada tahun buku 2025. Pencapaian aset tersebut menjadikan Bank BJB sebagai BPD dengan aset terbesar di Indonesia, sebuah prestasi yang didukung oleh penetrasi pasar yang kuat di Jawa Barat dan Banten, serta investasi berkelanjutan dalam teknologi digital.

Baca juga:

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa restrukturisasi kepengurusan bukan sekadar formalitas, melainkan upaya konkret untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional, memperbaiki kualitas kredit, dan memperluas basis dana pihak ketiga. “Kinerja bank harus lebih efisien, laba meningkat, dan kualitas kredit semakin baik,” ujar Dedi dalam sambutan pembukaan rapat. Ia menambahkan bahwa integritas dan pengalaman para pengurus baru akan menjadi pendorong utama dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Susi Pudjiastuti, yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama, dikenal tidak hanya karena kiprah politiknya, tetapi juga karena gaya hidup sederhana. Data LHKPN mengungkap bahwa koleksi kendaraan pribadi Susi didominasi oleh mobil niaga seperti Mitsubishi L300, truk, serta motor klasik yang fungsional, menegaskan karakter pragmatisnya yang lebih mengutamakan fungsi daripada kemewahan. Meskipun demikian, kehadirannya di dewan diharapkan membawa perspektif baru dalam pengambilan keputusan strategis, terutama dalam sinergi antara sektor perbankan dan industri maritim.

Baca juga:

RUPST kali ini juga membahas agenda penting lainnya, antara lain pengesahan Laporan Tahunan 2025, penunjukan akuntan publik, pembaruan Recovery Plan sebagai bagian dari mitigasi risiko, serta perubahan Anggaran Dasar untuk menjadikan Bank BJB sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK). Semua keputusan akan efektif setelah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses fit‑and‑proper test.

Dengan susunan pengurus yang baru, dukungan dividen yang menarik, dan fondasi aset yang kuat, Bank BJB berada pada posisi yang strategis untuk memperkuat peranannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dan Banten. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bagi investor bahwa bank daerah mampu bertransformasi menjadi lembaga keuangan modern, responsif terhadap kebutuhan nasabah, serta berdaya saing tinggi di era digital.