Dividen Saham BMRI Rp 37.696/lot: Kesempatan Raih Cuan 8,12% Ditutup Hari Ini
Berita Pilihan 10 Mei 2026 – Dividen saham BMRI (Bank Mandiri) menjadi sorotan investor setelah memutuskan pembagian dividen dari laba tahun buku 2025. Pembagian dividen ini berlangsung di tengah tekanan koreksi harga saham bank, sehingga potensi dividend yield yang ditawarkan menjadi semakin besar. Kondisi tersebut membuat saham-saham bank kembali diburu investor, terutama mereka yang mengincar pendapatan pasif dari dividen.
Selain didorong penurunan harga saham, peningkatan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) turut menopang daya tarik emiten perbankan. Beberapa emiten bank bahkan telah melewati masa cum date, yakni batas akhir pembelian saham agar investor berhak memperoleh dividen.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan membagikan dividen sebesar 20% dari laba bersih 2025 atau senilai Rp 1,51 triliun. Nilai tersebut setara Rp 32,81 per saham. Jumlah itu meningkat dibandingkan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 1,05 triliun atau Rp 22,78 per saham.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 850,18 miliar atau setara Rp 56,62 per saham. Angka tersebut meningkat dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp 54,71 per saham. Secara keseluruhan, total dividen yang dibagikan BJTM mencapai 55% dari laba bersih tahun 2025.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) resmi membagikan total dividen Rp 52,1 triliun atau setara Rp 346 per saham. Nilai tersebut sudah termasuk dividen interim Rp 137 per saham senilai Rp 20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen tunai pada 25 Mei 2026 sebesar Rp 35,15 triliun atau setara Rp 376,96 per saham. Artinya, investor akan memperoleh sekitar Rp 37.696 per lot saham. Dengan harga saham BMRI di level Rp 4.630 per saham, dividend yield BMRI mencapai sekitar 8,14%.
Kesimpulan, dividen saham BMRI menjadi kesempatan bagi investor untuk meraih cuan sebesar 8,12% ditutup hari ini. Dengan pembagian dividen yang meningkat dan harga saham yang terkoreksi, saham-saham bank menjadi pilihan menarik bagi investor yang mengincar pendapatan pasif dari dividen.