Berita Pilihan

Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Indonesia Tersisa Rp2.514 Triliun

admin ·
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Indonesia Tersisa Rp2.514 Triliun

Berita Pilihan 10 Mei 2026 – Bank Indonesia mencatat cadangan devisa sebesar 146,2 miliar dolar AS pada April 2026, titik terendah sejak 2024 lalu. Penurunan terjadi akibat penggunaan dana untuk pembayaran utang luar negeri serta upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

Posisi cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional untuk mendukung ketahanan sektor eksternal. Namun, penurunan cadangan devisa bisa meningkatkan risiko penurunan rating kredit Indonesia oleh institusi dunia seperti Fitch dan Moodys.

Baca juga:

Bank Indonesia dinilai sudah benar-benar mengerahkan segala cara yang berada dalam kuasanya untuk menjaga nilai tukar rupiah. Tapi rupiah terus anjlok dalam lebih dari sebulan terakhir. Beberapa pengamat mengatakan pemerintah seharusnya ikut membantu BI menjaga nilai tukar rupiah, misalnya dengan mengembalikan kepercayaan investor yang tergerus melihat kebijakan fiskal yang dinilai tidak tepat.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026, menurut dia, setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Baca juga:

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bank sentral juga meyakini bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

Kesimpulan dari penurunan cadangan devisa ini adalah bahwa pemerintah dan Bank Indonesia perlu bekerja sama untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor. Dengan demikian, diharapkan rupiah dapat stabil dan cadangan devisa dapat meningkat kembali.

Baca juga: