Exit Tol Purwomartani Siap Buka, Dukung Wisata Bokoharjo dan Redam Kemacetan Jakarta
Berita Pilihan 24 April 2026 – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan penyelesaian akses Exit Gerbang Tol (GT) Purwomartani sepanjang 1,95 kilometer yang mengarah ke Bokoharjo sebelum musim Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027. Pembangunan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan Jalan Tol Solo‑Yogyakarta‑NYIA Kulonprogo, khususnya segmen Prambanan‑Purwomartani, yang saat ini telah mencapai 94,8 persen progres konstruksi per 15 April 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa exit baru ini akan meningkatkan konektivitas langsung ke kawasan wisata Ratu Boko, sekaligus mengurangi beban lalu lintas pada Jalan Nasional Yogyakarta‑Solo. “Kami ingin mempermudah akses wisatawan sekaligus memberi alternatif bagi pengendara yang biasanya melewati jalur tol utama,” ujarnya dalam kunjungan lapangan pada 22 April 2026 bersama jajaran direksi dan perwakilan instansi terkait.
Sementara itu, kondisi lalu lintas di wilayah Jabodetabek menunjukkan tekanan yang signifikan pada jaringan tol. Pada Jumat, 24 April 2026, akun resmi Jasa Marga di X melaporkan kepadatan pada Tol Dalam Kota dari Cawang KM 00‑02 arah Tebet. Untuk mengatasi kemacetan, pihak operator menerapkan sistem contraflow dari Gerbang Tol Halim 3 KM 01+300 hingga Senayan KM 08+100. Pengendara diimbau menjaga ketertiban antrean dan berhati‑hati pada lajur kanan yang berlawanan arah.
Data kepadatan juga tercatat pada Tol Jakarta‑Cikampek (Japek), terutama di ruas Bekasi Timur KM 18‑20, Cibitung KM 25‑26, serta Cikarang Pusat KM 37‑38. Puncak volume kendaraan terjadi pada jam sibuk pagi, memicu perlunya penyesuaian operasional dan penegakan disiplin di jalur tol.
Tak hanya itu, pada Tol Dalam Kota (Dalkot) terjadi insiden truk trailer muatan pupuk yang mengalami patah baut roda. Unit tersebut kini dalam proses evakuasi oleh tim TMC Polda Metro Jaya. Meskipun insiden tidak mengganggu arus utama, pihak kepolisian mengingatkan pengendara untuk tetap waspada dan mematuhi petunjuk di lokasi.
Berikut rangkuman titik-titik kemacetan dan penanganannya:
- Tol Dalam Kota: Cawang‑KM 00‑02 (padat), kontraflow Halim‑Senayan.
- Jakarta‑Cikampek: Bekasi Timur‑KM 18‑20, Cibitung‑KM 25‑26, Cikarang‑KM 37‑38 (padat).
- Tol Jagorawi: Pekerjaan rekonstruksi rigid di Citereup‑KM 27+600‑27+500, pelebaran jalan di Ciawi‑KM 44‑43, serta perbaikan di Gunung Putri‑KM 25+100‑24+975 (dalam tahap pengerjaan).
Pembangunan Exit Tol Purwomartani diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar Bokoharjo. Dengan akses yang lebih cepat, kunjungan wisata ke situs bersejarah Ratu Boko dapat meningkat, membuka peluang usaha baru di sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi lokal.
Jasa Marga menekankan komitmen pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik, memastikan semua tahapan pembangunan mematuhi regulasi lingkungan dan sosial. Persiapan lahan untuk akses menuju Bokoharjo telah dimulai, melibatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, pemilik lahan, dan pihak terkait lainnya.
Secara keseluruhan, sinergi antara pembangunan infrastruktur baru dan penataan lalu lintas yang responsif menjadi kunci mengatasi tantangan mobilitas di Pulau Jawa. Dengan Exit Tol Purwomartani yang siap beroperasi sebelum Nataru 2026, serta kebijakan contraflow yang fleksibel, diharapkan tekanan pada jaringan tol utama dapat berkurang, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan efisien bagi jutaan pengguna tiap tahunnya.
Ke depan, Jasa Marga berencana terus memantau performa jalur tol, mengoptimalkan penggunaan teknologi intelijen lalu lintas, dan memperkuat kerjasama dengan otoritas transportasi untuk memastikan jaringan tol tetap menjadi tulang punggung mobilitas ekonomi nasional.