Berita Pilihan

Rupiah Menguat? Prediksi BI, Prabowo, dan Pasar Mengguncang Nilai Tukar Rupiah

admin ·
Rupiah Menguat? Prediksi BI, Prabowo, dan Pasar Mengguncang Nilai Tukar Rupiah

Berita Pilihan 20 Mei 2026 – Pada Rabu, 20 Mei 2026, pasar valuta asing mencatat nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS, dengan penutupan melemah sekitar Rp17.700. Fluktuasi ini terjadi di tengah gejolak ekonomi global, arus keluar modal dari pasar emerging, serta penguatan dolar AS yang memberi tekanan pada hampir semua mata uang regional.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui beragam instrumen kebijakan. Ia mencatat peningkatan permintaan valas domestik pada kuartal II 2026, dipicu oleh pembayaran dividen, pelunasan utang luar negeri, serta faktor musiman lainnya. Kebijakan intervensi pasar dan penyesuaian likuiditas dipersiapkan untuk menahan tekanan depresiasi yang dipicu oleh outflow modal asing yang tercatat mencapai Rp20 triliun hingga akhir April.

Baca juga:

Data TradingView menunjukkan bahwa selain rupiah, mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan, seperti yen Jepang dan yuan China masing-masing turun 0,22% dan 0,05%. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa meskipun ketegangan geopolitik global sedikit mereda, tekanan domestik masih kuat karena aksi jual di pasar ekuitas. Fokus pasar kini beralih ke Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan besok, dengan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin untuk menahan arus keluar dan memberi dukungan pada nilai tukar rupiah.

Di ranah politik, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target nilai tukar rupiah antara Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada tahun 2027. Target ini diharapkan tercapai melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang ketat, serta pengendalian inflasi dalam rentang 1,5‑3,5 persen. Prabowo menekankan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah menjadi fondasi penting untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran secara berkelanjutan.

Baca juga:

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyuarakan optimisme bahwa kebijakan pemerintah akan memperkuat nilai tukar rupiah setelah pidato Prabowo. Ia menekankan pentingnya mitigasi risiko dan manajemen kepercayaan pasar, serta menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona 6.200 sebagai fenomena temporer yang dapat diatasi dengan kebijakan yang tepat.

Secara teknikal, tabel di bawah ini merangkum pergerakan nilai tukar rupiah pada hari Rabu, 20 Mei 2026, serta proyeksi jangka pendek berdasarkan ekspektasi kebijakan BI dan sinyal politik:

Baca juga:
Waktu Kurs (Rp/USD) Perubahan
Pagi (08:00) Rp17.721 -0,08%
Penutupan Selasa (19/05) Rp17.700 -0,22%
Penutupan Hari Ini Rp17.730 +0,17%

Jika Bank Indonesia melanjutkan kebijakan hawkish dengan menaikkan suku bunga, serta pemerintah memperkuat program buyback Surat Berharga Negara (SBN) untuk menstabilkan pasar obligasi, nilai tukar rupiah berpotensi kembali menguat ke kisaran Rp17.500. Sebaliknya, bila arus keluar modal tetap tinggi dan inflasi melampaui target, tekanan depresiasi dapat mendorong nilai tukar mendekati batas atas kisaran Rp17.800 yang diprediksi oleh beberapa analis.

Secara keseluruhan, nilai tukar rupiah berada pada persimpangan antara kebijakan moneter yang ketat, agenda fiskal yang terukur, dan sentimen pasar yang dipengaruhi oleh dinamika global. Keputusan BI pada RDG besok serta komitmen politik Presiden Prabowo menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan mendatang.