UNM inovasi hijau: Dari kotak pendingin kelapa hingga lilin minyak jelantah, raih PKM nasional dan sorotan olahraga
Berita Pilihan 28 Mei 2026 – Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menjadi sorotan publik dengan serangkaian inovasi yang menggabungkan kewirausahaan hijau, keberlanjutan lingkungan, dan prestasi di arena olahraga. Pada tahun 2026, dua tim mahasiswa UNM berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan, masing-masing dengan produk yang memanfaatkan limbah pertanian dan rumah tangga.
Tim SERATIM BAG yang dipimpin oleh Zahra Maysarah Bachtiar dari Program Studi Bisnis Digital mengubah serat sabut kelapa—limbah yang biasanya dibuang—menjadi cooler box ramah lingkungan. Produk ini tidak hanya mampu menahan suhu secara optimal, tetapi juga menawarkan alternatif pengganti styrofoam yang sulit terurai. Anggota tim lainnya, Nikita Maharani, Salma Ananda, Jahra Fatia Hidayat, dan Ardelia Saviera, bekerja sama dengan dosen pendamping Johan Hendri Prasetyo untuk menyusun model bisnis yang berkelanjutan. Ketua Program Studi Bisnis Digital UNM, Lia Mazia, menekankan pentingnya mahasiswa tidak hanya menguasai kompetensi bisnis, melainkan juga mampu memberikan solusi atas masalah sosial dan lingkungan.
Sementara itu, tim ECOCANDLE yang dipimpin oleh Nabila Putri Aulia, mahasiswa Bisnis Digital, menciptakan lilin aromaterapi dari minyak jelantah rumah tangga. Anggota tim Athirah Arumi, Aliyah Dwi Puspita, dan Nurrohmah Wati bersama dosen pembimbing mengubah limbah minyak yang biasanya mencemari lingkungan menjadi produk bernilai jual tinggi dengan sentuhan aromaterapi. Kepala Kampus UNM Margonda, Andry Maulana, memuji keberanian mahasiswa dalam mengidentifikasi peluang pasar dari masalah lingkungan, serta menyoroti peran beasiswa jalur undangan dalam mendukung inovasi semacam ini.
Kedua inovasi tersebut tidak hanya mendapatkan pendanaan PKM nasional, tetapi juga menegaskan posisi UNM sebagai kampus yang menumbuhkan pola pikir kreatif, adaptif, dan visioner. Kedua proyek tersebut menampilkan model bisnis yang mencakup riset material, pengembangan prototipe, serta strategi komersialisasi yang dirancang untuk produksi massal. Harapan kedua tim adalah agar produk mereka dapat masuk ke pasar secara luas, mengurangi penggunaan bahan non‑ramah lingkungan, serta membuka lapangan kerja baru bagi lulusan UNM.
Di luar bidang akademik, UNM juga mencuri perhatian dalam dunia olahraga. Pada September 2025, pertandingan tradisional Rio Grande Rivalry antara UNM Lobos dan New Mexico State Aggies akan disiarkan secara nasional melalui CBS Sports Network, menandai pertama kalinya dalam sejarah seri tersebut ditayangkan oleh jaringan nasional. Jadwal pertandingan yang dirilis pada Mei 2026 mencakup enam pertandingan yang akan disiarkan secara luas, termasuk konfrontasi melawan tim-tim kuat seperti Oklahoma dan Central Michigan. Penayangan ini tidak hanya meningkatkan eksposur atlet UNM, tetapi juga memperkuat citra universitas sebagai institusi yang berprestasi di bidang akademik dan olahraga.
Keberhasilan UNM dalam dua ranah berbeda—kewirausahaan hijau dan kompetisi olahraga—menunjukkan sinergi antara pendidikan, inovasi, dan kebanggaan kampus. Dengan dukungan pendanaan PKM, dosen pembimbing, serta fasilitas kampus yang mendukung, mahasiswa UNM mampu mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Sementara itu, eksposur nasional melalui siaran olahraga menambah nilai brand UNM di mata publik, calon mahasiswa, dan mitra industri.
Berbagai inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek, keberlanjutan, dan pengembangan bakat atletik. UNM terus menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi entrepreneur yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.