Berita Pilihan

Ribuan Siswa Lampung Lolos SPMB 2026, 178 Kursi Masih Kosong dan Tantangan Inflasi Pangan

admin ·
Ribuan Siswa Lampung Lolos SPMB 2026, 178 Kursi Masih Kosong dan Tantangan Inflasi Pangan

Berita Pilihan 14 Juni 2026 – Kementerian Pendidikan Provinsi Lampung mengumumkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Unggul tahun ajaran 2026/2027 pada Kamis, 11 Juni 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Thomas Amirico, menyatakan bahwa sebanyak 12.206 siswa berhasil lolos dan diterima di 35 SMA Unggul yang tersebar di seluruh provinsi. Dari total sekitar 34.000 pendaftar, 21.000 peserta mengikuti tahapan tes seleksi, menunjukkan persaingan yang ketat.

Meski angka penerimaan tergolong tinggi, masih tersisa 178 kursi kosong di sejumlah SMA Unggul. Contohnya, di SMAN 2 Bandar Lampung jalur domisili dengan kuota 134 kursi, nilai tertinggi yang dicapai peserta yang diterima adalah 90,01, sementara nilai terendah berada di angka 56,62. Hal ini menandakan adanya variasi standar kelulusan antar sekolah yang menyesuaikan dengan jalur seleksi masing‑masing.

Baca juga:

SMA Negeri 1 Pringsewu, yang dikenal sebagai “sekolah para juara”, juga mengumumkan hasil seleksi pada hari yang sama. Sekolah tersebut menerima 360 calon siswa baru. Kepala SMA Negeri 1 Pringsewu, I Made Sulatra, menegaskan bahwa siswa yang dinyatakan lolos wajib segera melakukan proses lapor diri dan daftar ulang. Proses administrasi dibagi menjadi dua fase:

  • Fase 1 (Lapor Diri Digital): Dilaksanakan pada 11–12 Juni 2026, pukul 07.30‑15.00 WIB melalui Google Form pada portal lampung.spmb.
  • Fase 2 (Penyerahan Berkas Fisik): Orang tua atau calon siswa menyerahkan dokumen persyaratan ke sekolah secara langsung.

Thomas Amirico mengingatkan bahwa pendaftar yang belum diterima masih memiliki kesempatan mendaftar ke sekolah reguler yang pendaftarannya akan dibuka pada Senin, 15 Juni 2026. Ia menekankan pentingnya daftar ulang tepat waktu agar proses administrasi berjalan lancar.

Baca juga:

Di tengah antusiasme penerimaan murid baru, pemerintah pusat juga menyoroti isu ekonomi yang memengaruhi keluarga siswa. Bank Indonesia (BI) meluncurkan program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) serta Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk menstabilkan harga pangan. Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menyatakan bahwa ketahanan pangan yang kuat dapat menahan laju inflasi, melindungi daya beli masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan tersebut menjadi relevan bagi orang tua calon siswa di Lampung, mengingat sebagian besar keluarga bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan lokal. Dengan harga pangan yang tetap terkendali, beban biaya pendidikan dan kebutuhan rumah tangga dapat lebih terjaga.

Baca juga:

Secara keseluruhan, hasil SPMB Lampung menunjukkan peningkatan kualitas seleksi dan transparansi proses. Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus memperbaiki mekanisme penerimaan, sementara kebijakan ekonomi nasional berupaya menstabilkan faktor eksternal yang memengaruhi kesejahteraan keluarga. Kombinasi keduanya diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkelanjutan bagi generasi penerus Lampung.