Berita Pilihan

Penutupan Halte Manggarai Ditunda: Transjakarta Pastikan Kenyamanan Penumpang

admin ·
Penutupan Halte Manggarai Ditunda: Transjakarta Pastikan Kenyamanan Penumpang

Berita Pilihan 02 Mei 2026 – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan penundaan penutupan sementara Halte Manggarai yang semula dijadwalkan pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 05.00 WIB. Keputusan ini diambil untuk menyesuaikan jadwal dengan progres pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta di kawasan yang sama, sehingga layanan tetap dapat beroperasi tanpa gangguan signifikan bagi penumpang.

Penghentian sementara halte biasanya diperlukan untuk memberi ruang bagi pembangunan infrastruktur baru. Namun, pada kasus ini, LRT fase 1B – jalur Velodrome‑Manggarai – masih berada pada tahap akhir penyelesaian, dengan progres mencapai 91,86 %. Pekerjaan penting seperti pemasangan Steel Box Girder (SBG) di simpang Matraman masih berlangsung, sehingga menutup Halte Manggarai secara langsung berpotensi menghambat akses penumpang yang masih mengandalkan layanan bus rapid transit (BRT).

Baca juga:

“Penyesuaian waktu dilakukan untuk memastikan kesiapan halte sementara, demi kenyamanan pelanggan saat melakukan perjalanan bersama Transjakarta,” kata Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas PT Transportasi Jakarta, dalam konferensi pers yang diadakan di kantor pusat perusahaan. Ia menekankan bahwa keputusan penundaan ini merupakan langkah preventif untuk menghindari kekacauan operasional dan menjaga standar pelayanan yang telah dijanjikan.

Untuk menjaga kelancaran layanan, Transjakarta menyiapkan dua halte temporer, yaitu Halte Manggarai Temporer 1 dan Temporer 2, yang terletak di sisi jalan utama. Penumpang kini dapat menggunakan halte temporer tersebut untuk mengakses koridor penting, antara lain:

  • Koridor 4 (Pulo Gadung‑Galunggung)
  • Koridor 4D (Pulo Gadung‑Kuningan)
  • Koridor 6M (Stasiun Manggarai‑Blok M)
  • Koridor B25 (Bekasi‑Dukuh Atas)

Penyesuaian titik naik‑turun penumpang juga dilakukan di area sekitar Manggarai, dengan penambahan petugas lapangan untuk membantu arah perjalanan serta memberi informasi real‑time melalui aplikasi Transjakarta.

Baca juga:

Dampak penundaan ini terhadap komuter diperkirakan minimal. Menurut data internal Transjakarta, lebih dari 45 000 penumpang per hari menggunakan halte Manggarai atau koridor‑koridor yang terhubung. Dengan adanya halte temporer, aliran penumpang tetap terjaga, dan tidak ada penurunan signifikan pada tingkat kepuasan layanan. Selain itu, Transjakarta melakukan pemantauan intensif melalui pusat kontrol operasi (Control Center) untuk menyesuaikan jadwal bus bila diperlukan.

Progres LRT Jakarta sendiri menunjukkan kemajuan yang cepat. Perlintasan jalur layang LRT di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono sudah tersambung 100 %, dan pemasangan SBG di Matraman menjadi titik kritikal berikutnya. Penyelesaian total proyek diperkirakan akan selesai pada akhir 2026, yang akan mengintegrasikan moda transportasi BRT dan LRT secara seamless.

Di tengah fokus pada infrastruktur, Transjakarta juga membuka peluang bagi fresh graduate melalui program Management Trainee 2026. Program ini dirancang untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang mampu mengelola operasi transportasi massal, memperkuat ekosistem ketenagakerjaan, dan mendukung visi kota pintar. Meskipun tidak secara langsung terkait dengan penundaan halte, inisiatif tersebut mencerminkan komitmen perusahaan terhadap inovasi dan peningkatan kualitas layanan.

Baca juga:

Kesimpulannya, penundaan penutupan Halte Manggarai merupakan langkah strategis yang mengutamakan kenyamanan penumpang dan kelancaran proyek LRT. Dengan halte temporer yang telah siap, serta koordinasi intensif antara pihak Transjakarta dan pengelola LRT, layanan publik di kawasan Manggarai tetap terjamin. Pengguna diharapkan dapat menikmati layanan yang stabil sambil menantikan penyelesaian LRT yang akan menambah pilihan moda transportasi di ibu kota.