Berita Pilihan

Prof. Syawal Gultom Tutup Usia 64 Tahun, Warisan Pendidikan Unimed yang Menginspirasi

admin ·
Prof. Syawal Gultom Tutup Usia 64 Tahun, Warisan Pendidikan Unimed yang Menginspirasi

Berita Pilihan 28 April 2026 – Medan – Dunia akademik Sumatera Utara berduka atas kepergian Prof. Syawal Gultom, mantan rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), yang meninggal pada dini hari Senin, 27 April 2026. Ia wafat di usia 64 tahun setelah menjalani masa sakit yang cukup lama. Pengumuman resmi dikeluarkan melalui akun media sosial Unimed, yang menyatakan rasa duka mendalam serta penghargaan atas kontribusi besar sang akademisi.

Prof. Syawal Gultom, lulusan Magister Pendidikan, mengawali kariernya sebagai dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unimed. Selama lebih tiga dekade, ia dikenal sebagai pengajar yang tegas namun penuh empati, serta peneliti yang aktif meneliti kualitas pendidikan di wilayah Indonesia timur. Pada tahun 2015, ia terpilih menjadi rektor Unimed, menjabat selama dua periode hingga 2023. Di bawah kepemimpinannya, Unimed mengalami peningkatan signifikan dalam peringkat nasional, penambahan program studi, serta peningkatan fasilitas laboratorium dan perpustakaan.

Baca juga:
  • Peluncuran program beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi dari daerah tertinggal.
  • Penguatan kerjasama internasional dengan universitas di Asia Tenggara dan Eropa.
  • Implementasi kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan pada pembelajaran aktif.

Selain peran administratif, Prof. Syawal Gultom juga aktif dalam organisasi akademik. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Senat Unimed, serta menjadi anggota Dewan Pendidikan Tinggi Indonesia. Keahlian beliau dalam bidang pedagogi modern menjadikan ia sering diundang sebagai pembicara dalam seminar nasional dan internasional.

Keluarga besar Unimed, rekan-rekan akademisi, serta mahasiswa mengenang beliau sebagai sosok yang tidak hanya menuntut keunggulan akademik, tetapi juga menanamkan nilai integritas dan rasa tanggung jawab sosial. “Prof. Syawal selalu menekankan pentingnya kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar pencapaian akademik di atas kertas,” ujar salah satu mantan mahasiswa yang kini menjadi dosen di Universitas Sumatera Utara.

Baca juga:

Jenazah Prof. Syawal Gultom dimakamkan di rumahnya yang terletak di Jalan Pelajar Timur, Komplek Griya Unimed, Medan. Upacara pemakaman dihadiri oleh keluarga, sahabat, serta perwakilan institusi pendidikan. Ritus doa bersama diadakan di aula Unimed, di mana rektor aktif saat itu membacakan penghormatan singkat, menyoroti dedikasi sang almarhum dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi semua kalangan.

Warisan Prof. Syawal Gultom tidak hanya terbatas pada kebijakan institusional. Ia menulis sejumlah publikasi ilmiah mengenai inovasi pembelajaran di daerah pedesaan, yang menjadi rujukan bagi kebijakan pendidikan daerah. Buku terbarunya, “Pendidikan Inklusif di Era Digital”, diterbitkan pada awal 2025 dan mendapat sambutan hangat di kalangan pendidik.

Baca juga:

Kepergian Prof. Syawal Gultom menandai berakhirnya sebuah era kepemimpinan yang berfokus pada pemberdayaan manusia lewat ilmu pengetahuan. Namun, nilai-nilai yang ditinggalkannya terus hidup melalui program-program beasiswa, kerjasama internasional, dan semangat inovasi yang menular ke generasi berikutnya. Dunia pendidikan Sumatera Utara kini bertekad melanjutkan jejaknya, menjadikan Unimed sebagai pusat keunggulan akademik yang berlandaskan pada prinsip keadilan, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Dengan rasa hormat yang mendalam, komunitas akademik mengucapkan terima kasih atas segala kontribusi Prof. Syawal Gultom. Semoga keluarganya diberikan ketabahan, dan semangat beliau senantiasa menginspirasi para pendidik serta mahasiswa di seluruh Indonesia.