El Nino 2026 Mengancam Indonesia: BMKG Peringatkan Karhutla, Bulog Siapkan Bantuan Beras, dan Upaya Modifikasi Cuaca di Batam
Berita Pilihan 25 Mei 2026 – Badannya Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino akan mulai terasa pada pertengahan tahun 2026, khususnya pada bulan Mei hingga Juli. Peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah‑timur diprediksi menurunkan curah hujan secara signifikan di wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan sekitarnya. Kondisi kering ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat meluas ke wilayah‑wilayah rawan seperti Sumatra, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.
BMKG menegaskan bahwa El Nino tidak hanya berdampak pada cuaca, melainkan juga menimbulkan ancaman kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Data historis menunjukkan lonjakan hotspot pada tahun 2015 dan 2023, ketika fenomena serupa melanda. Oleh karena itu, pemerintah menggalakkan langkah mitigasi, termasuk program modifikasi cuaca di Batam dan penyesuaian kebijakan bantuan sosial.
Di Riau Islands, otoritas Batam Free Trade Zone (BP Batam) telah meluncurkan operasi penyemaian awan (seed clouds) selama 20 hari sejak 15 Mei 2026. Upaya ini bertujuan mengembalikan curah hujan pada enam waduk utama—Nongsa, Sei Ladi, Sei Harapan, Mukakuning, Tembesi, dan Duriangkang—yang mengalami penurunan drastis akibat kekeringan. Kepala Stasiun BMKG Hang Nadim, Ramlan Djambak, menyatakan bahwa meski dampak El Nino di wilayah tersebut tidak separah di Pulau Jawa, penurunan level air sudah terlihat jelas sehingga intervensi cuaca menjadi langkah preventif.
Sementara itu, Kementerian Pertanian melalui Perum Bulog mengusulkan perpanjangan program bantuan beras 10 kilogram per bulan selama dua bulan tambahan. Usulan ini dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR dan mendapat sambutan positif. Jika disetujui, total bantuan per keluarga akan mencapai 20 kilogram, dengan perkiraan penerima manfaat sekitar 4,3 juta keluarga. Penyaluran akan dilakukan melalui dua skema utama: pasar umum (untuk ASN, TNI, Polri, dan program Makan Bergizi Gratis) dan pasar khusus (untuk mengantisipasi kenaikan harga pada akhir tahun). Jumlah beras yang diusulkan mencapai 4,3 juta ton per tahun, termasuk 2,28 juta ton untuk sektor publik dan 1,5 juta ton untuk program MBG.
Langkah kebijakan ini dipandang penting untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang musim kering. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa fokus bantuan hanya pada beras, tidak lagi mencakup minyak goreng, agar sumber daya dapat dialokasikan secara optimal pada periode krusial.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk mempertahankan 237.000 guru non‑ASN hingga tahun 2027. Kebijakan ini menjadi bagian dari persiapan lintas kementerian menghadapi dampak sosial‑ekonomi El Nino, termasuk potensi penurunan kualitas pendidikan di daerah rawan kekeringan.
Berbagai upaya tersebut menggambarkan sinergi antara lembaga meteorologi, kementerian, dan otoritas daerah dalam menghadapi ancaman iklim. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan, mengurangi pembakaran terbuka, serta memanfaatkan program bantuan yang tersedia.
- BMKG prediksi El Nino mulai Mei‑Juli 2026.
- Risiko karhutla meningkat; tindakan pencegahan diperlukan.
- Bulog usulkan bantuan beras tambahan 2 bulan, total 20 kg per keluarga.
- Batam lakukan modifikasi cuaca selama 20 hari untuk mengisi kembali waduk.
- Pemerintah jaga kestabilan tenaga pengajar non‑ASN hingga 2027.
Dengan koordinasi yang kuat, diharapkan dampak negatif El Nino dapat diminimalisir, sekaligus memastikan ketahanan pangan dan pasokan air tetap terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.