Celtic vs Dunfermline: Celtic Raih Double di Final Scottish Cup 2026
Berita Pilihan 25 Mei 2026 – Barclays Hampden menjadi saksi dramatisnya pertarungan antara Celtic dan Dunfermline Athletic pada 23 Mei 2026. Dalam final Scottish Cup yang menegangkan, sang raksasa Skotlandia berhasil mengalahkan tim Championship dengan skor 3-1, sekaligus mengunci gelar double setelah menjuarai Premiership. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi klub, tetapi juga menghidupkan semangat ribuan pendukung yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Sejak peluit pertama, Celtic menguasai permainan. Gol pembuka datang pada menit ke-19 melalui Daisuke Maeda, yang memanfaatkan umpan silang dari Aiden Johnston. Gol tersebut membuka kepercayaan diri tim dan menandai awal dominasi Blues. Tidak lama berselang, pada menit ke-36, Andreas Engels menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah menerima umpan cerdas dari Callum McGregor. Kedua gol tersebut menegaskan taktik menyerang yang diusung oleh manajer Martin O’Neill, yang menekankan pressing tinggi dan pergerakan cepat di lini tengah.
Setelah jeda, Dunfermline mencoba bangkit. Pada menit ke-73, striker muda Kelechi Iheanacho, yang sebelumnya sempat mengalami gol yang dibatalkan karena offside, berhasil mencetak gol ketiga bagi Celtic setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan lawan. Gol tersebut menegaskan keunggulan 3-0 sebelum Dunfermline kembali mengurangi selisih pada menit ke-80 lewat Jordon Cooper, yang mengeksekusi tendangan bebas dengan presisi.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Celtic dalam penguasaan bola (62%), tembakan ke gawang (14 vs 5), serta jumlah tendangan sudut (9 vs 3). Penonton yang hadir berjumlah 49.613 orang, menciptakan atmosfer megah di tengah cuaca yang bersahabat. Suasana semakin hidup ketika para suporter Dunfermline yang datang dari Australia, Amerika Serikat, Belanda, dan negara lain berbondong-bondong menempati tribun, menampilkan bendera serta nyanyian khas mereka.
Fenomena suporter internasional ini menjadi sorotan utama media. Seorang ayah bernama Mark Smith, yang tinggal di Batemans Bay, Australia selama 15 tahun, melakukan perjalanan bersama putranya, Jake, untuk menyaksikan tim asalnya. Mereka menempuh rute panjang: Sydney → Los Angeles → London → Glasgow. Mark menjelaskan, “Kami menunggu pertandingan hingga tengah malam waktu setempat, dan ketika hasilnya masuk ke penalti, kami langsung memesan tiket pulang agar tidak melewatkan final.” Ia menambahkan bahwa seluruh keluarga, termasuk nenek buyutnya, akan menumpang bus berkapasitas 80 orang yang berangkat ke stadion pada pagi hari pertandingan.
Keberadaan suporter dari jauh menambah warna unik pada final ini. Banyak dari mereka mengaku belum terlalu mengenal pemain lokal selain Celtic atau Rangers, namun mereka tetap antusias mendukung Pars. “Anak saya lahir di Australia, tapi tim Skotlandia yang ia dukung adalah tim tempat Matty Todd bermain,” ujar Mark, mengacu pada pemain Dunfermline yang menjadi idola bagi Jake.
Di sisi lain, kemenangan ini memberikan peluang besar bagi Celtic untuk melaju ke babak kualifikasi Liga Champions. Manajer O’Neill menegaskan, “Kami harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat skuad, terutama menjelang fase grup Liga Champions. Rekrutmen pemain baru dan penyesuaian taktik akan menjadi fokus utama kami.” Mantan kiper Celtic, Pat Bonner, menilai bahwa meskipun musim ini penuh tantangan, tim berhasil menutupnya dengan prestasi berganda yang luar biasa.
Dengan double yang diraih, Celtic menegaskan kembali dominasinya di sepakbola Skotlandia. Sementara itu, Dunfermline, meski harus menelan kekalahan, menunjukkan keberanian luar biasa dengan menembus final setelah mengalahkan Hibernian, Aberdeen, dan Falkirk. Perjalanan mereka menjadi inspirasi bagi klub-klub Championship lainnya yang bermimpi menorehkan prestasi serupa.
Ke depan, Celtic akan mempersiapkan diri menghadapi babak kualifikasi Liga Champions, sementara Dunfermline akan kembali ke kompetisi domestik dengan tekad memperbaiki performa dan menargetkan posisi lebih tinggi di liga Championship. Kedua tim tetap menjadi contoh bagaimana dedikasi, strategi, dan dukungan suporter dapat menghasilkan momen bersejarah dalam dunia sepakbola.