Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Pangan, Produksi Udang Unggulan, dan Kesejahteraan Pengemudi Online
Berita Pilihan 24 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan nasional melalui tiga pilar utama: kedaulatan pangan, produksi udang unggulan, serta peningkatan kesejahteraan pengemudi online. Dalam serangkaian kunjungan lapangan dan pertemuan strategis pada akhir Mei 2026, ia menyoroti potensi ekonomi Indonesia yang masih jauh dari optimal, sekaligus menyiapkan langkah konkret untuk mengubahnya.
Pada Sabtu 23 Mei 2026, Presiden Prabowo memimpin panen raya udang di Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah. Lokasi seluas 100 hektar tersebut menjadi contoh nyata upaya pemerintah mengoptimalkan lahan perairan untuk budidaya udang vannamei, spesies yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa proses panen dan sortir hasil udang dilakukan secara langsung di hadapan presiden, menegaskan keyakinan bahwa Indonesia dapat menjadi produsen udang nomor satu dunia berkat penyebaran potensi di berbagai wilayah kepulauan.
Di samping sektor perikanan, Presiden Prabowo menekankan agenda kedaulatan pangan. Dalam sambutan yang sama, ia menyatakan bahwa dalam 19 bulan kepemimpinan, Indonesia telah mencapai swasembada beras dan jagung, serta meningkatkan produksi protein ternak seperti telur dan ayam. “Swasembada daging masih menjadi tantangan, namun kami menargetkan pencapaian dalam empat hingga lima tahun ke depan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada satu komoditas, melainkan mengedepankan diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada impor, terutama di tengah gejolak geopolitik global.
Sementara itu, pada malam 22 Mei 2026, Sekretaris Kabinet Teddy menerima kunjungan CEO PT GoTo Gojek Tokopedia, Hans Patuwo. Pertemuan tersebut membahas kebijakan peningkatan pendapatan pengemudi online yang kini berjumlah antara 800 ribu hingga satu juta orang aktif, dengan total lebih dari tiga juta pengemudi terdaftar sejak peluncuran platform. Pemerintah berencana menaikkan porsi pendapatan pengemudi dari 80 persen menjadi 92 persen per transaksi, sebuah langkah yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan keberlangsungan bisnis. Kebijakan ini selaras dengan visi Presiden Prabowo untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di era digital.
Dalam konteks global, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan nasional. Ia mengaitkan upaya domestik dengan situasi dunia yang dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik, contohnya bencana tambang batu bara di Shanxi, China, yang menewaskan 90 orang pada 22 Mei 2026. Meskipun peristiwa tersebut berada di luar negeri, dampaknya terhadap rantai pasok energi dan harga komoditas menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi dan pangan secara bersamaan.
Analisis para pakar ekonomi menunjukkan bahwa sinergi antara sektor agrikultur, perikanan, dan ekonomi digital dapat menciptakan efek multiplikatif. Peningkatan produksi udang tidak hanya menambah devisa, tetapi juga membuka lapangan kerja di daerah pedesaan. Sementara itu, kebijakan pendapatan pengemudi online dapat menstimulasi konsumsi domestik, mempercepat perputaran uang di dalam negeri. Kombinasi ini diharapkan menurunkan defisit perdagangan dan meningkatkan indeks ketahanan nasional.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil Presiden Prabowo mencerminkan strategi terpadu: memanfaatkan potensi alam, memperkuat produksi pangan, dan mengintegrasikan ekonomi digital. Jika berhasil diimplementasikan, Indonesia berpotensi menempati posisi strategis sebagai produsen udang terkemuka, negara swasembada pangan, serta pasar kerja digital yang adil dan berkelanjutan.