Berita Pilihan

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional: Perlindungan Tenaga Kerja Bagi Relawan dan Pekerja SPPG

admin ·
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional: Perlindungan Tenaga Kerja Bagi Relawan dan Pekerja SPPG

Berita Pilihan 14 Mei 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya perlindungan tenaga kerja bagi relawan dan pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap SPPG pun diminta untuk memberikan jaminan ketenagakerjaan kepada seluruh relawan dan pekerja.

Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, biaya operasional sebesar Rp3.000 yang dibayarkan secara at cost juga dapat digunakan untuk membiayai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi relawan. "Biaya operasional sebesar Rp3000 yang saat ini dibayarkan secara at cost, salah satu penggunaannya adalah untuk membayar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan relawan. Jadi, pada dasarnya ini merupakan hak mereka. Dengan demikian, seluruh relawan/pegawai di SPPG berhak mendapatkan perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kesehatan," tegasnya.

Baca juga:

Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta tata kelola Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diperbaiki agar berjalan lebih baik mengorbankan keselamatan siswa. "Program ini baik, cita-citanya baik. Supaya program yang baik ini, cita-cita Pak Prabowo ini bisa sampai sesuai dengan apa yang dicita-citakan bahwa suatu saat Indonesia harus menjadi pemimpin dunia, mempengaruhi dunia di 2045 ," kata Menteri HAM Natalius Pigai.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menegaskan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut beroperasi sesuai standar prosedur yang berlaku. Selain fokus pada kualitas gizi, keberadaan SPPG diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM di sekitarnya.

Baca juga:

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Solok Selatan sekaligus Wakil Ketua Satgas MBG, Taufik Effendi, menjelaskan bahwa program MBG memiliki tujuan ganda. Selain meningkatkan kualitas kesehatan anak didik, program ini dirancang untuk menciptakan efek domino pada perputaran ekonomi lokal.

Pemerintah daerah menginginkan agar kebutuhan bahan baku program tidak hanya mengandalkan distributor besar, tetapi juga melibatkan pedagang kecil. Dengan demikian, kehadiran SPPG dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Solok Selatan.

Baca juga:

Kesimpulan dari seluruh informasi tersebut adalah bahwa pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi relawan dan pekerja SPPG dalam rangka mendukung program MBG yang efektif dan berkelanjutan.