AS Serang Kapal Minyak Iran, Langgar Blokade Selat Hormuz
Berita Pilihan 09 Mei 2026 – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah AS melakukan serangan terhadap beberapa target militer Iran. AS melakukan serangan tersebut sebagai respons atas aksi yang mengancam personel militernya di kawasan Timur Tengah. Namun, Iran menuding AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melancarkan serangan di beberapa wilayahnya.
Situasi pun langsung meningkat tajam. Iran kemudian dilaporkan merespons dengan menyerang kapal-kapal Amerika Serikat yang berada di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia yang selama ini menjadi titik sensitif konflik di Timur Tengah. Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.
Gangguan di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak global sekaligus mengganggu stabilitas ekonomi internasional. Belum ada tanda-tanda ketegangan antara kedua negara akan mereda dalam waktu dekat. Pernyataan saling tuding dan aksi militer yang terus berlanjut justru meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya konflik yang lebih luas di kawasan.
Sejumlah negara mulai menyerukan penahanan diri agar situasi tidak berkembang menjadi perang terbuka yang dapat memicu dampak global lebih besar. Sementara itu, Iran secara efektif menutup jalur perairan strategis Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas, setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar pada 28 Februari lalu.
Washington kemudian merespons dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran dalam upaya menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS telah melumpuhkan kapal M/T Sea Star III dan M/T Sevda dengan "menembakkan amunisi presisi ke cerobong asap mereka, mencegah kapal-kapal yang tidak patuh tersebut memasuki Iran".
CENTCOM juga merilis rekaman video yang memperlihatkan momen serangan terhadap kedua kapal tanker tersebut. Dengan insiden terbaru ini, AS tercatat telah menghentikan secara paksa empat kapal yang disebut berupaya melanggar blokade laut di sekitar Selat Hormuz sejak kebijakan itu diberlakukan pada 13 April lalu.
Iran akan membalas secara militer setiap tindakan Amerika Serikat yang memblokade wilayah lautnya, kata anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ali Khazarian. "Mulai saat ini, Iran akan menanggapi secara militer setiap tindakan AS yang melibatkan blokade laut terhadap Republik Islam," kata Khazarian.
Kesimpulan, ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat seiring dengan serangan terhadap kapal-kapal tanker Iran di Selat Hormuz. Situasi ini berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas ekonomi global. Oleh karena itu, diperlukan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi yang damai.