Kapal Tanker Korea Selatan Sukses Lewat Selat Hormuz dan Masuki Teluk Oman di Tengah Ketegangan Regional
Berita Pilihan 21 Mei 2026 – Seorang diplomat Korea Selatan mengumumkan pada Rabu bahwa sebuah kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz dan kini berada di pintu masuk Teluk Oman. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Cho Hyun dalam rapat komite urusan luar negeri parlemen, menandai momen penting bagi kapal Korea Selatan pertama yang keluar dari selat strategis itu sejak konflik Timur Tengah memuncak pada akhir Februari 2026.
Kapal berflag Korea Selatan bernama Universal Win berangkat dari pelabuhan Mina Al Ahmadi di Kuwait dan menuju ke Ulsan, selatan Korea. Data pelacakan MarineTraffic menampilkan posisi kapal di sisi timur Selat Hormuz, tepat di dekat pintu masuk Teluk Oman. Keberangkatan ini mengurangi jumlah kapal Korea Selatan yang menunggu di selat menjadi 25 unit, menurut kantor berita Yonhap.
Keberhasilan navigasi ini tidak lepas dari upaya diplomatik intensif antara Seoul dan Tehran. Pihak Korea Selatan mengadakan konsultasi dengan Iran untuk memastikan jalur aman dan cepat bagi armada mereka. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan bahwa Iran telah memberikan “kelonggaran” operasional, meski Tehran membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan sebelumnya terhadap kapal HMM Namu pada 4 Mei.
Sementara itu, dinamika geopolitik di wilayah Teluk semakin kompleks. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menunda serangan militer ke Iran setelah peringatan keras dari negara‑negara Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, yang khawatir aksi militer pada masa haji dapat menimbulkan krisis kemanusiaan. Peringatan tersebut muncul bersamaan dengan ancaman Iran yang menegaskan kesiapan memperluas konflik ke luar Timur Tengah jika AS melanjutkan serangan.
Ketegangan ini juga berimbas pada pasar energi global. Dolar AS tidak lagi menjadi satu‑satunya mata uang kuat; dinar Kuwait, dinar Bahrain, dan rial Oman menempati posisi teratas dalam nilai tukar nominal terhadap dolar. Kekuatan ekonomi negara‑negara Teluk, yang didukung oleh cadangan minyak melimpah, memperkuat posisi strategis Teluk Oman sebagai jalur penting bagi transportasi minyak dunia.
Secara keseluruhan, keberhasilan kapal tanker Korea Selatan menembus Selat Hormuz dan memasuki Teluk Oman mencerminkan perubahan dinamika keamanan maritim di kawasan. Upaya diplomatik antara Seoul dan Tehran menunjukkan kemungkinan de‑eskalasi, meski ancaman militer dari Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi faktor penghambat. Pengawasan ketat terhadap jalur pelayaran ini akan terus menjadi fokus utama bagi negara‑negara yang bergantung pada pasokan energi stabil.