Wakapolri Dedi Prasetyo Soroti Penegakan Hukum di Tengah Kasus Penipuan SPPG dan Blackout Sumatera
Berita Pilihan 26 Mei 2026 – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan pada konferensi pers di Jakarta bahwa Polri berada di garis depan penegakan hukum terkait sejumlah kasus kritis yang melibatkan publik, termasuk penipuan jual‑beli titik SPPG pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan gangguan listrik besar‑bukaan di Sumatera. Ia menekankan koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta unit investigasi khusus Bareskrim untuk memastikan proses penyidikan berjalan transparan dan akuntabel.
Kasus penipuan SPPG yang diungkap oleh Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya melibatkan setidaknya lima jaringan kriminal yang menipu korban dengan menjanjikan ID SPPG palsu seharga Rp50‑200 juta. Wakapolri menambahkan bahwa satu tersangka telah ditangkap oleh Polda Jawa Barat, sementara Bareskrim mengamankan satu kasus lain yang berpotensi berkembang menjadi lebih banyak. Ia mengimbau masyarakat yang menjadi korban atau saksi untuk segera melapor ke Polres setempat, menegaskan bahwa setiap laporan akan diproses secara hukum tanpa toleransi.
Dalam penyelidikan blackout Sumatera, Wakapolri mengirim Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Irjen Pol Nunung Syaifuddin ke lokasi kejadian. Irjen Nunung melaporkan temuan kabel transmisi yang putus secara serabut, menolak dugaan sabotase karena pola kerusakan tidak menunjukkan pemotongan rapi. Polri kini bekerja sama dengan PT PLN dan laboratorium forensik untuk menguji sampel kabel, sambil mempersiapkan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain penegakan hukum tradisional, Wakapolri menyoroti pentingnya literasi digital dalam menghadapi ancaman radikalisme baru. Bersama Kepala BNPT Eddy Hartono dan Komandan Densus 88 Antiteror, ia mendukung program edukasi yang menekankan kemampuan masyarakat mengidentifikasi narasi ekstremis di media sosial. Menurutnya, keamanan nasional tidak hanya bergantung pada operasi lapangan, melainkan juga pada kemampuan warga mengkritisi informasi berbahaya.
- Koordinasi lintas lembaga: Polri, BGN, PLN, BNPT.
- Penangkapan dan penuntutan tersangka penipuan SPPG.
- Analisis forensik kabel blackout untuk menyingkirkan unsur sabotase.
- Peningkatan literasi digital sebagai pencegahan radikalisme.
Kesimpulannya, peran Wakapolri Dedi Prasetyo menjadi kunci dalam mengintegrasikan upaya penegakan hukum, investigasi teknis, dan edukasi masyarakat. Dengan pendekatan holistik, Polri berupaya memperkuat kepercayaan publik, melindungi hak konsumen, serta menjaga stabilitas infrastruktur nasional.