Berita Pilihan

Tragedi air keras Manonjaya: Empat Korban Luka Bakar Serius di RSUD Tasikmalaya, Pelaku Ditangkap

admin ·
Tragedi air keras Manonjaya: Empat Korban Luka Bakar Serius di RSUD Tasikmalaya, Pelaku Ditangkap

Berita Pilihan 06 Mei 2026 – Pada hari Selasa, 4 September 2024, sebuah insiden mengerikan terjadi di wilayah Manonjaya, Tasikmalaya, ketika seorang kurir yang merasa diperlakukan tidak adil menyiram air keras ke dalam ruangan kerja sebuah konveksi lokal. Aksi balas dendam yang melibatkan cairan berbahaya tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka bakar serius dan harus dilarikan ke RSUD Tasikmalaya untuk perawatan intensif.

Korban yang terdampak terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki, semuanya berusia antara 22 hingga 38 tahun. Luka bakar yang diderita mencakup area wajah, tangan, dan lengan, dengan tingkat keparahan mulai dari derajat dua hingga tiga. Beberapa di antaranya melaporkan gejala nyeri luar biasa, kemerahan, serta pembengkakan yang mengancam fungsi penglihatan. Dokter spesialis luka bakar menegaskan bahwa paparan air keras dapat menimbulkan kerusakan jaringan yang mendalam, bahkan berpotensi menyebabkan kebutaan permanen bila tidak segera ditangani.

Baca juga:

Setelah tiba di RSUD Tasikmalaya, keempat korban langsung menjalani prosedur debridemen dan terapi cairan intravena. Dua di antara mereka harus menjalani operasi kulit transplantasi untuk menutup luka pada area wajah dan tangan. Tim medis juga memberikan perawatan khusus untuk melindungi mata, termasuk penggunaan salep antibiotik dan penutup mata steril. Hingga saat ini, tiga korban masih berada di ruang perawatan intensif, sementara satu korban telah dipindahkan ke bangsal pemulihan dengan harapan dapat pulih total.

Polisi setempat segera menindaklanjuti laporan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi mata dan rekaman CCTV, pelaku diketahui adalah seorang kurir berusia 28 tahun yang bekerja untuk perusahaan logistik setempat. Motivasi serangan dikabarkan berhubungan dengan perselisihan pribadi terkait pemutusan kontrak kerja yang dirasa tidak adil. Dalam operasi penangkapan yang berlangsung pada sore hari yang sama, aparat kepolisian berhasil mengamankan pelaku di kediamannya tanpa perlawanan. Selanjutnya, pelaku akan menjalani proses hukum dengan dakwaan penyalahgunaan bahan kimia berbahaya dan penganiayaan.

Baca juga:

Masyarakat Manonjaya dan sekitarnya bereaksi keras atas insiden ini. Warga menggelar aksi solidaritas dengan mengirimkan bunga dan kartu dukungan ke rumah sakit, serta menuntut adanya regulasi yang lebih ketat terkait penggunaan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja. Pihak manajemen konveksi juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut dan berjanji akan meningkatkan prosedur keamanan serta memberikan bantuan medis dan psikologis bagi korban.

Kasus air keras Manonjaya ini menjadi peringatan serius bagi industri manufaktur kecil hingga menengah di wilayah Jawa Barat. Pemerintah daerah telah berjanji untuk memperketat pengawasan dan memberikan pelatihan keamanan kerja yang lebih intensif. Sementara itu, para korban masih berjuang melawan rasa sakit dan ancaman komplikasi jangka panjang, termasuk risiko kebutaan yang masih dipantau oleh tim dokter mata.

Baca juga:

Dengan penangkapan pelaku dan penanganan medis yang cepat, diharapkan para korban dapat memperoleh pemulihan optimal. Namun, tragedi ini meninggalkan bekas luka mendalam pada komunitas, mengingatkan akan pentingnya pengelolaan bahan kimia secara aman serta perlunya penyelesaian perselisihan kerja secara damai.