Berita Pilihan

Inter Milan Scudetto ke-21: Pesta Mega di Piazza Duomo Rayakan Kemenangan 2-0 atas Parma

admin ·
Inter Milan Scudetto ke-21: Pesta Mega di Piazza Duomo Rayakan Kemenangan 2-0 atas Parma

Berita Pilihan 04 Mei 2026 – Jumat pagi, langit Milan dihiasi awan biru gelap yang kontras dengan gelombang biru hitam di antara bendera Inter yang berkibar di seluruh kota. Ribuan suporter mengalir ke Piazza Duomo, mengubah alun‑alun bersejarah itu menjadi lautan biru hitam yang membludak. Suasana riuh terdengar dari setiap sudut, menandai momen bersejarah: Inter Milan resmi mengangkat Scudetto ke-21 setelah menaklukkan Parma 2-0 pada pertandingan terakhir Serie A 2025/2026.

Gol pembuka tercipta pada menit tambahan babak pertama, tepatnya 45+1, ketika Marcus Thuram memanfaatkan umpan silang dan menempatkan bola ke jaringan gawang Parma. Gol kedua datang pada menit ke‑80 melalui tendangan kaki terampil Henrikh Mkhitaryan, yang menambah keunggulan Nerazzurri. Kedua gol tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga menutup lembaran poin Inter menjadi 82, selisih 12 poin dari pesaing terdekat Napoli. Dengan tiga pertandingan tersisa, gelar hampir tidak dapat terhalangi.

Baca juga:

Keberhasilan ini melengkapi catatan impresif pelatih baru Inter, Cristian Chivu. Mantan bek asal Rumania, yang dulu mengukir tiga gelar Scudetto berturut‑turut sebagai pemain di era Mourinho (2007‑2010), kini menambah trofi sebagai pelatih utama. Chivu menjadi pelatih kedua dalam sejarah klub yang berhasil meraih gelar liga pada musim pertamanya, menyusul legenda Armando Castellazzi yang memegang peran ganda pada era 1930‑1938. Pernyataan Chivu setelah pertandingan menegaskan filosofi tim: “Satu musim penuh pasang surut, tapi konsistensi kami membuahkan hasil. Kami bangkit kembali setiap kali terpuruk dan tetap fokus pada tujuan akhir.”

Kapten tim Lautaro Martínez mengungkapkan rasa lega dan kebahagiaan setelah sekian lama menunggu gelar yang sempat terancam oleh persaingan ketat Napoli. “Kami bekerja keras, mengatasi masa sulit musim lalu, dan kini merayakan hasil kerja keras itu bersama suporter,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi motivasi untuk melanjutkan perjuangan di kompetisi Eropa, meski Inter harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions pada babak playoff setelah kalah agregat 2‑5 melawan Bodo/Glimt.

Suasana perayaan di Piazza Duomo tidak hanya melibatkan suporter, tetapi juga tokoh‑tokoh penting klub. Presiden klub, bersama staf teknis, muncul di tengah kerumunan, mengangkat trofi bersama pemain. Foto-foto aksi perayaan menampilkan para pemain berpelukan, mengangkat bendera, serta menebarkan confetti biru hitam ke udara. Momen tersebut menjadi bukti solidaritas antara tim, manajemen, dan pendukung yang telah menunggu lebih dari satu dekade untuk melihat Inter kembali memegang puncak Serie A.

Baca juga:

Secara taktik, Chivu menekankan perubahan gaya permainan sejak awal musim. Ia menggantikan formasi tradisional dengan sistem lebih fleksibel, memanfaatkan kecepatan Thuram di sayap kiri dan kreativitas Mkhitaryan di tengah. Keputusan tersebut terbukti efektif, terutama dalam mengatasi pertahanan lawan yang sering kali menutup ruang. Statistik pertandingan menunjukkan Inter menguasai 58% penguasaan bola, menciptakan 14 peluang, dan menembak 7 kali tepat sasaran.

Keberhasilan Inter Milan Scudetto ke-21 juga memberi dampak ekonomi positif bagi klub. Penjualan merchandise meningkat tajam, dengan jersey berlogo 21 terjual lebih dari 200.000 unit dalam seminggu pertama pasca perayaan. Pendapatan hak siar televisi Serie A juga memberikan kontribusi signifikan, memperkuat posisi keuangan klub menjelang musim transfer berikutnya.

Dengan gelar liga kini di kantong, fokus selanjutnya beralih ke Coppa Italia. Inter akan menghadapi Lazio dalam final yang dijadwalkan pada 12 Mei di Stadion Olimpico Roma. Jika berhasil, mereka akan menambah koleksi trofi domestik dan memperkokoh warisan sejarah klub.

Baca juga:

Inter Milan Scudetto ke-21 menandai era baru bagi Nerazzurri. Kombinasi kepemimpinan taktis Chivu, kualitas pemain kelas dunia, dan dukungan tak tergoyahkan dari suporter menciptakan fondasi yang kuat untuk tantangan selanjutnya, baik di kompetisi domestik maupun internasional.