Berita Pilihan

Inter Milan Juara Liga Italia 2025/26: Dari Hinaan Rival Hingga Kejayaan Elegan

admin ·
Inter Milan Juara Liga Italia 2025/26: Dari Hinaan Rival Hingga Kejayaan Elegan

Berita Pilihan 05 Mei 2026 – Inter Milan menutup musim Serie A 2025/26 dengan kemenangan telak 2-0 atas Parma di Stadion Giuseppe Meazza, memastikan gelar juara ke-21 secara matematis. Kemenangan tersebut tidak hanya mengukir sejarah, tetapi juga menjadi balasan elegan atas hinaan yang pernah dilontarkan rival selama musim lalu.

Pelatih baru sekaligus mantan pemain legenda, Cristian Chivu, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pelatih pendahulu yang telah menyiapkan fondasi kualitas pemain. “Pendahulu saya sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik,” ujar Chivu dalam konferensi pers usai laga. Ia menekankan bahwa warisan taktik dan pengetahuan pertandingan yang diturunkan oleh pelatih-pelatih sebelumnya memudahkan adaptasinya dalam mengelola skuad.

Baca juga:

Statistik tim pada akhir pekan ke-35 menunjukkan dominasi Inter Milan di seluruh aspek permainan:

  • Poin total: 82 poin, mengungguli Napoli yang berada di posisi kedua dengan 70 poin.
  • Gol: 82 gol di liga, mencetak rekor gol terbanyak dalam satu musim Serie A dalam 75 tahun terakhir.
  • Jumlah kemenangan: 26 dari 35 pertandingan, menandai konsistensi tinggi sejak era 2020.
  • Assist terbanyak: Lautaro Martínez menjadi motor serangan dengan 21 assist, mendukung catatan 100 gol seluruh kompetisi.

Lautaro Martínez, kapten tim, menegaskan pentingnya kerja kolektif. “Dengan liga yang seimbang, kami fokus sebagai satu grup. Kesatuan kami kuat sehingga dapat menorehkan 100 gol di semua kompetisi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tiga musim terakhir Inter Milan telah menorehkan dua gelar Serie A dan dua final Liga Champions, menegaskan ambisi klub untuk menjadi penguasa mutlak sepak bola Italia.

Presiden klub, Giuseppe Marotta, mengungkapkan kebahagiaan pribadi karena trofi Scudetto merupakan impian sejak masa kecil. Ia juga mengapresiasi keputusan klub merekrut Chivu, menilai keberanian dan nilai fundamental sang pelatih sebagai faktor kunci. “Kami melihat Chivu memiliki nilai fundamental sebagai pelatih yaitu keberanian,” kata Marotta.

Baca juga:

Keberhasilan Inter Milan tidak lepas dari tantangan di awal musim, termasuk pergantian pelatih dari Simone Inzaghi ke Chivu. Namun, tim berhasil bangkit setelah mengalami beberapa kekalahan awal. “Kami merasakan kekalahan, tetapi kami dapat bereaksi dan bangkit,” tutur Chivu. Ia menambahkan pentingnya menikmati momen kemenangan bersama pemain dan suporter.

Suporter Inter Milan memadati Piazza del Duomo setelah peluit akhir, menyalakan flare dan kembang api. Atmosfer perayaan mencerminkan rasa lega setelah serangkaian kritik dan hinaan, terutama setelah kekalahan di final Liga Champions dan Coppa Italia musim sebelumnya.

Berbagai rekor lain turut diraih Inter Milan pada musim ini:

Baca juga:
Rekor Detail
Gol terbanyak dalam satu musim Serie A 82 gol
Poin tertinggi musim ini 82 poin
Kemenangan beruntun terbanyak 26 kemenangan dalam 35 pertandingan

Dengan tiga pertandingan tersisa, Inter Milan sudah memastikan tidak ada tim yang dapat menyusul, mengamankan Scudetto pertama sejak 1989 pada kandang sendiri. Kemenangan ini menambah koleksi trofi klub, yang kini berada di peringkat kedua setelah Juventus dalam hal jumlah gelar Serie A.

Ke depan, Inter Milan menargetkan double winner dengan menantang Lazio di final Coppa Italia pada 13 Mei 2026. Jika berhasil, klub akan menegaskan kembali statusnya sebagai penguasa mutlak sepak bola Italia pada musim ini.

Secara keseluruhan, keberhasilan Inter Milan mencerminkan sinergi antara warisan taktik, kepemimpinan baru, serta dedikasi pemain. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kritik dan hinaan tidak mampu menggoyahkan tekad sebuah tim yang berkomitmen pada visi bersama.