Inter Milan Scudetto ke-21: Kemenangan Epik yang Mengguncang San Siro
Berita Pilihan 05 Mei 2026 – Senin dini hari, 4 Mei 2026, Stadion Giuseppe Meazza (San Siro) menjadi saksi momen bersejarah ketika Inter Milan mengamankan gelar Scudetto ke-21 dengan kemenangan 2-0 atas Parma pada pekan ke-35 Serie A 2025/26. Suasana stadion dipenuhi oleh lautan biru hitam, ribuan suporter menorehkan sorak sorai yang menggema hingga melampaui batas kota Milan.
Gol pertama dicetak oleh Marcus Thuram pada menit tambahan babak pertama (45+1′), memanfaatkan umpan terobosan dari Lautaro Martínez. Gol kedua datang lewat tangan terampil Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-80, menegaskan dominasi Nerazzurri di kandang sendiri. Kedua gol itu tidak hanya menambah tiga poin penting, melainkan mengukuhkan Inter Milan Scudetto secara matematis, mengingat rival terdekat Napoli masih tertinggal 12 poin dengan tiga pertandingan tersisa.
Poin akhir Inter mencapai 82, menempatkan tim di puncak klasemen dengan selisih yang tak dapat ditembus. Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola 62%, 14 tembakan dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang, serta 5 serangan berbahaya. Berikut rangkuman singkat statistik utama:
- Penguasaan bola: Inter 62% – Parma 38%
- Tembakan ke gawang: Inter 7 – Parma 3
- Gol: Inter 2 – Parma 0
- Kartu kuning: Inter 2 – Parma 1
Di balik kemenangan ini, sosok Cristian Chivu tampil sebagai figur kunci. Pada usia 45 tahun, mantan kapten klub yang dulu meraih tiga Scudetto berturut‑turut sebagai pemain (2007‑2008, 2008‑2009, 2009‑2010), kini menorehkan rekor baru sebagai pelatih yang memimpin Inter Milan meraih gelar liga pada musim pertamanya. Hanya Armando Castellazzi (1930, 1938) yang sebelumnya berhasil menggabungkan peran pemain‑pelatih dalam sejarah klub.
Chivu menyampaikan rasa syukurnya dalam konferensi pers singkat: “Satu musim penuh pasang surut, namun kerja keras tim, konsistensi, dan semangat juang membuat kami berada di puncak. Saya bangga dengan pemain‑pemain yang memberikan segalanya di lapangan.” Kapten Lautaro Martínez menambahkan, “Kami lega setelah mengatasi tekanan akhir musim dan bersyukur atas dukungan luar biasa dari para tifosi di San Siro.”
Selebrasi di luar lapangan pun tak kalah meriah. Ribuan suporter mengisi piazza Duomo, menciptakan gelombang biru hitam yang menyapu jalanan Milan. Beberapa fans bahkan meniru pose ikonik Kobe Bryant setelah gol Thuram, menambah warna visual di antara sorakan dan kembang api.
Meski Scudetto sudah dipastikan, tantangan berikutnya menanti. Inter Milan kini menatap kompetisi paling bergengsi di Eropa, Liga Champions, dimana mereka harus melewati fase grup dan berjuang melampaui babak playoff. Chivu mengungkapkan target ambisius: “Kami ingin melanjutkan prestasi domestik dengan menembus fase semifinal Liga Champions. Itu akan menjadi bukti kualitas tim secara internasional.”
Dengan atmosfer kemenangan yang masih terasa, Inter Milan Scudetto ke-21 tidak hanya menambah koleksi trofi klub, tetapi juga menandai era baru di bawah pimpinan Cristian Chivu. Para pemain, staff, dan suporter kini menantikan babak selanjutnya, berharap keberhasilan di liga domestik dapat diterjemahkan ke panggung Eropa.