Berita Pilihan

Hilirisasi Kelapa Sawit: BPDP Dorong Riset, Pabrik Baru di Sei Mangkei Buka Era Integrasi Nasional

admin ·
Hilirisasi Kelapa Sawit: BPDP Dorong Riset, Pabrik Baru di Sei Mangkei Buka Era Integrasi Nasional

Berita Pilihan 01 Mei 2026 – Pemerintah Indonesia meluncurkan fase kedua program hilirisasi kelapa sawit dengan menyiapkan 13 proyek strategis bernilai sekitar Rp116 triliun. Inisiatif ini menggabungkan dukungan riset inovatif dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan pembangunan fasilitas pengolahan terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

BPDP mengadakan webinar pada 30 April 2026 untuk memandu peneliti mengajukan proposal melalui program Grant Riset BPDP 2026. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menekankan bahwa lembaga kini mengelola dana untuk tiga komoditas utama: kelapa sawit, kakao, dan kelapa. “Kami tidak akan membatasi jumlah riset per komoditas; fokus kami pada hasil aplikatif yang dapat dikomersialkan,” ujarnya. Standar penilaian yang ketat dijabarkan oleh Dr. Tony Liwang, anggota Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, guna memastikan dana mengalir ke riset dengan daya guna tinggi.

Baca juga:

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking proyek hilirisasi tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 April 2026, menegaskan pentingnya meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri. Program ini didukung oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang dipimpin CEO Rosan Roeslani. Danantara berperan mengoptimalkan aset strategis BUMN untuk menjamin pendanaan kuat bagi proyek berskala besar.

Di sektor perkebunan, proyek utama terletak di Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun. Sub holding PTPN III (Perseo) dan PTPN IV PalmCo menjadi pelaksana utama pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit terintegrasi. Direktur Bisnis PTPN III, Ryanto Wisnuardhy, menyoroti peran biodiesel berbasis sawit dalam mengurangi ketergantungan impor bahan bakar solar, sejalan dengan rencana pelaksanaan campuran biodiesel B50.

Fasilitas yang direncanakan mencakup:

Baca juga:
  • Pabrik oleofood dengan kapasitas produksi margarin dan shortening 35.000 ton per tahun, serta substitusi cocoa butter 25.000 ton per tahun.
  • Pabrik biodiesel berkapasitas 450.000 ton per tahun, ditargetkan operasional komersial pada 2028.
  • Unit pengolahan pangan lainnya yang akan menambah nilai tambah produk sawit.

Menurut Direktur PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, nilai ekonomi produk yang diolah dapat meningkat belasan kali lipat dibandingkan penjualan bahan mentah. “Jika diolah di dalam negeri, nilai tambahnya sangat signifikan, sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Pemerintah daerah setempat menyambut baik proyek tersebut. Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, menyatakan bahwa hilirisasi tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mengubah struktur ekonomi dari hulu ke hilir yang lebih modern. Ia menambahkan, proyek ini diharapkan dapat menjadi katalisator transformasi ekonomi daerah.

Program hilirisasi kelapa sawit ini juga diharapkan memberikan manfaat bagi petani. Dengan adanya riset BPDP yang menitikberatkan pada aplikasi praktis, inovasi dalam manajemen kebun, peningkatan produktivitas, dan pengembangan varietas unggul akan lebih cepat diimplementasikan. Hasil riset diharapkan dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan kualitas buah, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Baca juga:

Secara keseluruhan, sinergi antara kebijakan pemerintah, pendanaan strategis, riset ilmiah, dan investasi infrastruktur menjadi kunci keberhasilan hilirisasi kelapa sawit. Diharapkan, dalam jangka menengah, Indonesia tidak hanya menjadi produsen kelapa sawit terbesar, tetapi juga pemimpin dalam produksi produk turunan bernilai tinggi, memperkuat kedaulatan energi, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.