Berita Pilihan

Wahyu Pura-pura Kehabisan Bensin, Modus Penipuan Kencan Online di Sragen Bikin Korban Nyesek

admin ·
Wahyu Pura-pura Kehabisan Bensin, Modus Penipuan Kencan Online di Sragen Bikin Korban Nyesek

Berita Pilihan 29 April 2026 – Polisi Kabupaten Sragen kembali mengungkapkan satu lagi pola kejahatan yang memanfaatkan aplikasi kencan daring. Pada awal April 2026, seorang pria bernama Wahyu (nama samaran) memanfaatkan platform MiChat untuk mendekati korban, kemudian mengeksekusi skenario yang dikenal sebagai modus penipuan kencan online. Skenario tersebut melibatkan tipuan pura‑pura kehabisan bensin di tengah perjalanan, yang berujung pada pencurian barang berharga korban.

Korban pertama, seorang wanita muda asal Sragen, pertama kali berinteraksi dengan Wahyu melalui profil palsu di MiChat. Percakapan awal bersifat ringan, namun dalam beberapa hari, pelaku berhasil mengalihkan komunikasi ke WhatsApp. Di sana, Wahyu mengaku memiliki pekerjaan stabil namun sering bepergian, dan menyarankan pertemuan langsung untuk “meningkatkan kepercayaan”.

Baca juga:

Pada tanggal 8 April 2026, pelaku menjemput korban di rumahnya menggunakan sepeda motor. Mereka mengunjungi kawasan wisata Kemuning di Karanganyar, menghabiskan waktu bersama secara normal. Setelah kembali ke Sragen, perjalanan pulang menjadi titik kritis. Di Jalan Sragen‑Balong, Wahyu tiba‑tiba mengeluh kehabisan bensin, meminta korban turun dari sepeda motor dan menunggu hingga bantuan tiba.

Korban, yang panik, berteriak meminta bantuan. Warga sekitar yang mendengar suara tersebut segera datang dan membantu, sekaligus melaporkan insiden ke Polsek Sambirejo. Pelaku memanfaatkan momen kebingungan itu untuk mengambil tas berisi dompet, handphone, dan barang elektronik berharga lainnya sebelum melarikan diri.

Kapolsek Sambirejo, AKP Santosa, menjelaskan bahwa pola ini bukan pertama kalinya muncul di wilayah Jawa Tengah. “Setelah melakukan penyelidikan, kami menemukan bahwa pelaku memiliki jejak serupa di beberapa daerah lain, termasuk Grobogan,” ujarnya, mengutip pernyataan yang sebelumnya dimuat di Tribun Solo. Polisi berhasil mengamankan pelaku pada pekan berikutnya setelah menerima laporan lebih lanjut dari korban dan saksi mata.

Baca juga:

Modus penipuan kencan online ini mengandalkan rasa percaya yang dibangun secara perlahan melalui aplikasi kencan. Identitas palsu, percakapan yang tampak hangat, dan janji pertemuan tatap muka menjadi kombinasi yang efektif untuk menurunkan kewaspadaan korban. Setelah pertemuan, pelaku menciptakan situasi darurat palsu, seperti kehabisan bensin, yang memaksa korban terpaksa turun dan menjadi rentan.

Polisi Sragen telah mengeluarkan beberapa rekomendasi bagi pengguna aplikasi kencan daring:

  • Selalu verifikasi identitas lawan bicara melalui video call sebelum bertemu secara langsung.
  • Hindari memberikan informasi pribadi atau detail lokasi secara berlebihan di awal percakapan.
  • Jika memungkinkan, temui di tempat umum yang ramai dan beri tahu orang terdekat tentang rencana pertemuan.
  • Jangan mudah percaya pada alasan darurat yang muncul di tengah perjalanan, terutama jika melibatkan pengambilan barang pribadi.
  • Segera laporkan perilaku mencurigakan ke pihak berwajib atau layanan bantuan aplikasi.

Kasus ini menegaskan pentingnya edukasi digital dan kewaspadaan dalam berinteraksi secara online. Meskipun teknologi memudahkan pertemuan sosial, ia juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk menyamar dan mengeksploitasi rasa kepercayaan. Penegakan hukum yang cepat dan kerja sama masyarakat menjadi kunci dalam mencegah modus penipuan kencan online serupa di masa depan.

Baca juga:

Polisi terus memantau laporan serupa dan berkomitmen untuk meningkatkan pengamanan serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai risiko kejahatan siber dan offline yang berbaur. Diharapkan, dengan peningkatan kesadaran, kasus penipuan seperti yang dialami oleh korban di Sragen tidak akan terulang kembali.