Mauricio Souza Keluhkan Waktu Persiapan Singkat Jelang Persija vs Persis Solo
Berita Pilihan 28 April 2026 – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan bahwa timnya menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan waktu latihan sebelum menghadapi Persis Solo di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin, 27 April 2026. Dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu, 26 April, Souza mengungkapkan rasa frustrasinya atas jadwal yang padat, di mana dua pertandingan harus diselesaikan dalam rentang kurang dari lima hari.
Menurut Souza, meski tim sudah melakukan persiapan rutin sejak awal kompetisi, fase akhir pekan ini menuntut fokus ekstra pada penyelesaian akhir di sepertiga lapangan. “Kami sudah melatih penyelesaian akhir sejak awal kompetisi, tetapi dalam dua pertandingan terakhir kami masih belum efektif di sepertiga akhir,” ujar Souza. Ia menambahkan, “Karena waktu persiapan yang singkat, kami meningkatkan intensitas latihan penyelesaian akhir dengan berbagai skenario, agar peluang yang tercipta dapat berbuah gol pada laga melawan Persis Solo.”
Persija masuk ke laga tersebut dengan catatan performa yang menunjukkan dominasi namun kurang tajam di depan gawang. Pada pekan ke-28, tim menang 1-0 melawan PSBS Biak, dan pada pekan ke-29 hanya mampu imbang 1-1 melawan PSIM Jogjakarta. Kedua pertandingan tersebut menampilkan banyak peluang, namun konversi gol tetap rendah, memicu kritik dari suporter Jakmania.
Berikut beberapa poin utama yang menjadi fokus latihan dalam waktu singkat menjelang laga penting:
- Intensitas latihan penyelesaian akhir: Sesi khusus di sepertiga lapangan dengan variasi situasi menyerang, termasuk serangan cepat, crossing, dan tembakan jarak dekat.
- Analisis video: Pemain diminta menelaah rekaman dua pertandingan terakhir untuk mengidentifikasi pola kegagalan dalam mengeksekusi peluang.
- Latihan mental: Fokus pada kepercayaan diri penyerang dalam menutup peluang, mengurangi keraguan saat berada di zona penalti.
Selain aspek taktis, Souza menyoroti pentingnya manajemen kebugaran. Jadwal pertandingan yang berdekatan meningkatkan risiko kelelahan, sehingga tim medis dan pelatih kebugaran bekerja sama untuk memastikan pemain tetap dalam kondisi prima. “Kami melakukan rotasi pemain bila diperlukan, namun tetap menjaga konsistensi pola permainan,” jelasnya.
Menjelang laga, Souza juga menekankan strategi menyerang yang lebih fleksibel. Persija akan mengandalkan kecepatan sayap serta pergerakan interior untuk menciptakan ruang bagi penyerang utama. Dalam wawancara singkat di SUGBK, ia menambahkan, “Kami menciptakan banyak situasi, dan kiper Persis Solo memang berperforma baik, namun ada momen dimana kesalahan kecil dapat kami manfaatkan.”
Persija sendiri masuk ke pertandingan ini sebagai salah satu tim paling produktif di klasemen sementara, dengan total 52 gol hingga pekan ke-29, menempati posisi ketiga setelah Borneo FC (61 gol) dan Malut United (54 gol). Namun, jumlah gol tersebut belum cukup untuk menyalip Persib Bandung yang baru mencetak 50 gol. Souza berharap bahwa dengan meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir, Persija dapat memperkecil jarak poin dengan pesaing terdekat.
Jika Persija berhasil memanfaatkan peluang yang tercipta, mereka berpeluang mengamankan tiga poin penting dan memperkuat posisi di papan atas. Di sisi lain, Persis Solo, yang berada di zona tengah klasemen, juga mengincar kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka. Pertarungan di GBK diprediksi akan menjadi duel taktik antara pendekatan agresif Souza dan strategi bertahan Persis.
Setelah pertandingan melawan Persis Solo, Souza kembali berbicara mengenai hasil akhir. “Kami berhasil mencetak gol pertama setelah perubahan pemain pada babak kedua, dan setelah itu pertandingan menjadi lebih mudah bagi kami,” ungkapnya. Ia menilai bahwa kerja keras pada sesi latihan penyelesaian akhir terbukti memberikan hasil pada menit-penentu.
Secara keseluruhan, meskipun waktu persiapan terbatas, Mauricio Souza menegaskan bahwa Persija Jakarta tetap fokus pada peningkatan penyelesaian akhir, mengoptimalkan kebugaran, dan menjaga konsistensi taktik. Semua elemen tersebut diharapkan dapat mengubah dominasi permainan menjadi produktivitas gol yang lebih tinggi, sehingga Persija dapat terus bersaing untuk gelar juara pada musim Super League 2025/2026.