Shayne Pattynama Ungkap Kritik Tajam dan Optimisme Tinggi Menjelang Big Match Persija vs Persib
Berita Pilihan 05 Mei 2026 – Bek kiri Persija Jakarta, Shayne Pattynama, kembali menjadi sorotan media setelah penampilannya di laga kemenangan 2-0 melawan Persijap Jepara pada 4 Mei 2026. Meskipun timnya berhasil meraih tiga poin dan clean sheet, Pattynama tidak menutup diri untuk menyampaikan kritik tajam mengenai taktik dan kontrol permainan yang ia rasa belum maksimal.
Setelah pertandingan berakhir dengan gol Rayhan Hannan pada menit ke-64 dan gol penambah Gustavo Almeida di injury time, Pattynama menegaskan bahwa Persija seharusnya dapat mempertahankan gaya bermainnya setelah unggul. “Setelah unggul 1-0, kami tidak memainkan permainan kami sendiri. Terlalu banyak duel, terlalu banyak pertarungan,” ujarnya dalam sesi konferensi pers. “Kami seharusnya bisa lebih menjaga kontrol dan tetap memainkan gaya kami,” tambahnya.
Namun, kritik tersebut tidak berarti Pattynama kehilangan semangat. Ia menekankan bahwa hasil positif tetap menjadi fondasi penting menjelang pertemuan klasik melawan Persib Bandung yang dijadwalkan pada Minggu, 10 Mei 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). “Secara keseluruhan ada banyak hal positif. Kami meraih tiga poin dan clean sheet, itu bagus,” kata Pattynama sambil menambahkan keyakinannya bahwa Persija mampu menambah poin di laga besar tersebut.
Berbicara tentang persaingan, Pattynama mengungkapkan bahwa ia telah menyaksikan duel Persija vs Persib sejak bermain di luar negeri. Ia mengingat pertandingan pertama musim ini di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Januari, di mana Persija harus menelan kekalahan tipis 0-1. “Saya tahu bagaimana pertandingan di putaran pertama. Banyak emosi dan itu laga besar. Persija bermain bagus, tetapi tidak menang,” ujarnya dengan nada penuh tantangan.
Statistik klasemen menegaskan pentingnya laga tersebut. Persib Bandung memimpin klasemen dengan 72 poin, sementara Persija berada di posisi ketiga dengan 65 poin, tertinggal tujuh angka dari sang pemuncak. Kedua tim berada dalam zona perburuan gelar, dan tiga poin di GBK dapat memperkecil jarak Persija atau bahkan mengubah dinamika persaingan.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, memberikan pandangan yang lebih optimis. Ia memuji kerja keras pemain meski mengakui laga melawan Persijap tidak mudah. “Kami tahu tantangan yang akan datang. Tim menunjukkan semangat juang, dan saya percaya mereka dapat menyesuaikan taktik untuk menghadapi Persib,” kata Souza.
Selain itu, Pattynama menyoroti atmosfer ruang ganti yang kini lebih positif setelah kemenangan. “Semuanya dimulai dari kualitas dan kerja tim. Kemenangan sebelumnya meningkatkan kepercayaan diri kami,” ujar pemain nasional tersebut. Ia menambahkan bahwa persiapan mental dan taktik akan menjadi kunci utama, mengingat rivalitas ini tidak hanya sekadar perebutan tiga poin, melainkan soal gengsi dan harga diri kedua suporter.
Para pengamat sepakbola menilai bahwa pertandingan di GBK akan menjadi penentu dalam perburuan gelar Liga Indonesia 2025/2026. Jika Persija berhasil mengamankan tiga poin, jarak dengan Persib dapat dipersingkat menjadi empat poin, menjadikan sisa musim semakin kompetitif. Sebaliknya, kemenangan Persib dapat menambah jarak aman di puncak klasemen.
Tak hanya aspek taktik, faktor psikologis juga menjadi sorotan. Pattynama menekankan pentingnya menjaga kontrol emosi saat melawan rival abadi. “Kami tahu arti pertandingan ini bagi suporter dan tim. Saya percaya kami punya kualitas untuk meraih tiga poin,” tegasnya.
Dengan dukungan suporter di GBK yang diperkirakan akan memenuhi kapasitas stadion, persaingan akan semakin intens. Kedua tim diprediksi menurunkan formasi terbaik, dengan Pattynama berada di lini belakang untuk menahan serangan Persib yang dipimpin oleh striker andalan mereka.
Menjelang laga, media sosial dipenuhi spekulasi tentang siapa yang akan menjadi pemain kunci. Namun, Pattynama menegaskan bahwa keberhasilan tim bergantung pada kerja kolektif, bukan hanya satu pemain. “Kualitas tim adalah hasil kerja sama seluruh elemen, baik di lapangan maupun di luar lapangan,” pungkasnya.
Dengan kombinasi kritik konstruktif dan optimisme yang tinggi, Shayne Pattynama bertekad membantu Persija meraih hasil maksimal di GBK. Laga besar ini tidak hanya menjadi ajang balas dendam atas kekalahan putaran pertama, tetapi juga peluang untuk mengukir sejarah baru dalam persaingan klasik El Clasico Indonesia.