Prabowo Panggil Kapolri Listyo, Bahas Transformasi Digital Polri dan Keamanan Nasional
Berita Pilihan 25 April 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan empat mata dengan Kapolri Listyo di kawasan Hambalang, Bogor, pada Jumat (24/4) 2026. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu difokuskan pada pembahasan isu-isu strategis terkait keamanan nasional serta agenda program kepolisian yang bersifat transformasional.
Menurut pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, perbincangan mencakup rangkaian program prioritas yang telah dijalankan Polri sejak awal tahun. Salah satu poin utama yang dilaporkan oleh Kapolri Listyo adalah upaya percepatan transformasi digital layanan publik. Inisiatif ini meliputi pengembangan aplikasi mobile untuk layanan administrasi, integrasi data kepolisian dengan sistem e‑government, serta peningkatan kapasitas siber untuk mendeteksi ancaman keamanan siber secara proaktif.
Selain digitalisasi, Kapolri Listyo menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme anggota kepolisian. Program tersebut mencakup perbaikan proses rekrutmen, pelatihan berkelanjutan, serta penilaian kinerja berbasis kompetensi. Teddy menambahkan bahwa langkah-langkah ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kejahatan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
- Penguatan transformasi digital layanan publik.
- Peningkatan profesionalisme melalui pelatihan dan rekrutmen selektif.
- Pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
- Sinergi lintas sektor untuk program pertanian, pangan, gizi, dan penanganan bencana.
Dalam konteks keamanan nasional, Prabowo menekankan perlunya kolaborasi yang lebih erat antara Polri dan lembaga-lembaga lain, termasuk TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta kementerian terkait. Diskusi juga menyentuh isu-isu strategis seperti penanggulangan terorisme, pengamanan wilayah perbatasan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang semakin kompleks.
Kapolri Listyo melaporkan bahwa Polri telah mengimplementasikan mekanisme pemantauan cepat (quick response) untuk penanganan bencana, yang melibatkan unit khusus serta relawan masyarakat. Sistem ini terintegrasi dengan pusat komando nasional sehingga respons dapat dikelola secara real‑time.
Sinergi lintas sektor menjadi tema penting dalam pertemuan tersebut. Kedua pemimpin menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri dengan kementerian pertanian, kesehatan, serta pendidikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi nasional. Program bersama ini diharapkan dapat mempercepat distribusi pangan bergizi, memperbaiki rantai pasok, serta meningkatkan kemampuan mitigasi bencana yang berdampak pada sektor pertanian.
Prabowo juga menyoroti peran Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui platform digital, masyarakat dapat mengakses layanan kepolisian secara lebih cepat, melaporkan kejadian, serta memantau progres penanganan kasus. Kapolri Listyo menegaskan komitmen Polri untuk terus mengoptimalkan teknologi guna memberikan layanan yang transparan dan akuntabel.
Secara keseluruhan, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo mencerminkan sinergi tinggi antara kepemimpinan eksekutif dan aparat penegak hukum. Kedua pihak sepakat bahwa keamanan nasional tidak dapat dipisahkan dari upaya modernisasi institusi kepolisian serta kolaborasi multisektoral. Diharapkan hasil pembahasan ini akan diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret yang memperkuat stabilitas dan kesejahteraan bangsa.
Dengan agenda yang komprehensif dan implementasi yang terstruktur, Polri diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam menjaga ketertiban, melindungi hak warga, serta mendukung program pembangunan nasional yang berkelanjutan.