Berita Pilihan

Prabowo Subianto Soroti Mobil Nasional, Diplomasi Global, dan Kritik Pengusaha di Munas HIPMI Lampung

admin ·
Prabowo Subianto Soroti Mobil Nasional, Diplomasi Global, dan Kritik Pengusaha di Munas HIPMI Lampung

Berita Pilihan 10 Juni 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato utama pada Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVIII yang digelar di Hotel Novotel Lampung, Rabu 10 Juni 2026. Dalam sambutan yang berlangsung selama lebih dari satu jam, ia menyinggung beragam isu mulai dari kebanggaan industri otomotif dalam negeri, kebijakan luar negeri, hingga etika berbisnis para pengusaha muda.

Prabowo menyoroti pengalaman pribadi menggunakan mobil dinas buatan PT Pindad, Maung RI-1. Ia mengaku pernah mengalami kebocoran atap ketika hujan deras, hingga terbangun di tengah perjalanan karena suara tetesan air. “Saya terpaksa meminta Pindad memperbaiki kebocoran itu, karena kami harus memberi contoh,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa mobil tersebut mengeluarkan suara berisik dan bergetar saat melintasi jalur pegunungan, namun tetap menegaskan pentingnya memakai kendaraan produksi dalam negeri sebagai wujud nasionalisme.

Baca juga:

Presiden menekankan bahwa perbaikan teknis pada Maung RI-1 harus segera dilakukan, agar produk dalam negeri dapat bersaing dengan merek asing. “Kita harus terus menyempurnakan produk anak bangsa, bukan hanya memamerkan,” tegas Prabowo sambil menegaskan dukungan penuh kepada PT Pindad.

Beranjak ke kebijakan luar negeri, Prabowo menjelaskan bahwa ia kerap menerima undangan dari pemimpin dunia, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta Presiden Tiongkok Xi Jinping. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak dapat absen dari panggilan internasional, namun tetap harus menjaga prinsip bebas‑aktif dan non‑blok. “Jika Trump mengundang, kami hadir. Jika Putin mengundang, kami juga hadir. Kita harus menjadi tetangga yang baik bagi semua negara,” katanya.

Ia juga membandingkan gaya diplomasi pribadinya dengan mantan Presiden Joko Widodo, yang menurut Prabowo lebih jarang melakukan kunjungan luar negeri. “Ada yang menilai Jokowi tidak peduli politik luar negeri, padahal ia juga sering ke luar negeri. Saya memang sering, tapi itu demi kepentingan nasional,” ujar Prabowo.

Baca juga:
  • Undangan dari: Donald Trump (AS), Vladimir Putin (Rusia), Xi Jinping (Tiongkok), dan pemimpin negara lain.

Selanjutnya, Prabowo mengkritik keras sejumlah pengusaha yang ia nilai memiliki “banyak dosa”. Ia menyatakan telah mengenal tokoh‑tokoh HIPMI sejak kecil, termasuk Bambang Wiyogo, dan menegaskan bahwa pelanggaran hukum tidak dapat ditoleransi. “Teknologi AI kini dapat membaca ribuan halaman kontrak dalam hitungan menit. Tidak ada ruang bagi korupsi atau manipulasi,” tegasnya.

Dalam suasana yang lebih santai, Ketua Dewan Kehormatan HIPMI, Bahlil Lahadalia, melontarkan candaan dengan meminta izin memanggil Prabowo dengan sebutan “kanda” agar hubungan terasa lebih akrab. Prabowo menanggapi dengan senyum, menegaskan bahwa meski formalitas penting, kedekatan antar pemimpin juga dapat memperkuat sinergi nasional.

Pidato tersebut juga menyinggung pentingnya inovasi, AI, dan digitalisasi dalam mempercepat pembangunan. Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pengusaha muda, untuk berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia maju melalui teknologi dan kepatuhan pada aturan.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pesan Prabowo Subianto pada Munas HIPMI menekankan tiga pilar utama: kebanggaan pada produk dalam negeri, diplomasi yang bersifat inklusif dan non‑blok, serta integritas dalam berbisnis. Ia menutup pidatonya dengan harapan agar seluruh pihak bersatu membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.