Berita Pilihan

Drama Lalu Lintas: Sopir Angkot Ditegur Lawan Arah, Akhirnya Rusak Mobil Lain dan Diselesaikan Damai

admin ·
Drama Lalu Lintas: Sopir Angkot Ditegur Lawan Arah, Akhirnya Rusak Mobil Lain dan Diselesaikan Damai

Berita Pilihan 25 April 2026 – Pada Senin pagi, sebuah insiden di jalan raya mengundang perhatian publik setelah seorang sopir angkot di Bandung ditegur karena melanggar aturan arah lalu lintas. Teguran yang diberikan oleh petugas lalu lintas ternyata berujung pada benturan dengan sebuah mobil pribadi, menimbulkan kerusakan pada kedua kendaraan.

Menurut keterangan saksi mata, sopir angkot tersebut sedang melaju melawan arah pada jalur utama di kawasan industri. Petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli lalu lintas segera menegur sopir tersebut untuk kembali ke arah yang benar. Namun, dalam upaya memperbaiki posisi, sopir angkot kehilangan kendali dan menabrak sebuah mobil sedan yang sedang melaju searah, mengakibatkan goresan pada bagian pintu dan lampu depan mobil tersebut.

Baca juga:

Korban mobil, seorang warga Bandung bernama Ilyas, langsung melaporkan kejadian ke kantor satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung. Satuan Lalu Lintas kemudian mengintervensi dengan mengatur pertemuan antara kedua belah pihak. Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, kedua pihak menyampaikan pernyataan masing-masing dan mencari solusi damai.

Fiekry menegaskan bahwa pihak kepolisian berupaya menyelesaikan permasalahan tanpa melibatkan proses hukum yang berlarut. “Kami memfasilitasi dialog antara sopir angkot dan pemilik mobil, agar dapat mencapai kesepakatan yang adil dan menghindari konflik lebih lanjut,” ujar Fiekry.

Sopir angkot yang bernama Acep Jamaludin mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Ilyas. Ia menyatakan bahwa tindakan melanggar arah disebabkan oleh kebingungan dalam membaca rambu jalan dan tekanan untuk menepati jadwal operasional. “Saya menyesal atas kejadian ini, dan siap menanggung biaya perbaikan mobil Ilyas,” kata Acep.

Pihak perusahaan angkutan umum, PT Bhineka Sangkuriang Transport, yang mempekerjakan Acep, juga memberikan pernyataan resmi. Anwar Kustiawa, perwakilan manajemen, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa perusahaan akan menanggung seluruh biaya perbaikan mobil korban, termasuk pengecatan dan penggantian bagian yang rusak.

Baca juga:

Selain itu, perusahaan mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama dengan Acep Jamaludin sebagai sopir angkot. Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan sebagai pelajaran bagi seluruh pengemudi yang berada di bawah naungan perusahaan.

Kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi di Tol Padaleunyi, dimana seorang sopir travel melakukan ugal-ugalan dan menabrak mobil Toyota Sienta. Penyelesaian kasus tersebut juga difasilitasi oleh satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung, yang berhasil menengahi kesepakatan antara pihak travel PT Bhineka Sangkuriang Transport dan pemilik mobil.

Pengalaman penyelesaian damai ini memberikan contoh konkret bagaimana mediasi polisi dapat mencegah eskalasi konflik di jalan. Menurut Fiekry, pendekatan yang bersifat humanis dan komunikatif menjadi kunci utama dalam menyelesaikan masalah lalu lintas yang melibatkan kerusakan properti pribadi.

Di sisi lain, para pengguna jalan diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan menghormati petugas kepolisian. Pelanggaran seperti melawan arah tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian material bagi pihak lain.

Baca juga:

Kasus ini sekaligus menegaskan pentingnya edukasi bagi para pengemudi angkot, travel, dan kendaraan umum lainnya. Pemerintah daerah Bandung berencana mengintensifkan program pelatihan keselamatan berkendara serta meningkatkan pengawasan pada titik-titik rawan pelanggaran.

Dengan penyelesaian damai yang tercapai, Ilyas menyatakan rasa puas atas respons cepat pihak kepolisian dan tanggung jawab perusahaan. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang, dan mengapresiasi upaya mediasi yang mengedepankan kepentingan semua pihak.

Semua pihak berharap bahwa insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi dunia transportasi publik di Bandung, demi terciptanya lingkungan jalan yang lebih aman dan tertib.