Kronologi Lengkap percobaan pembunuhan Trump: Dari 2016 Hingga Insiden 2026 di Washington Hilton
Berita Pilihan 29 April 2026 – Sejak terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat pada Januari 2017, Donald Trump menjadi sasaran sejumlah percobaan pembunuhan yang mengguncang dunia. Berikut rangkaian peristiwa yang tercatat secara resmi, dimulai dari kampanye 2016 hingga insiden terbaru pada April 2026.
Serangkaian upaya kekerasan tersebut tidak hanya menyoroti ancaman terhadap figur publik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan nasional, terutama menjelang perhelatan internasional seperti Piala Dunia FIFA 2026.
Daftar Kronologi Percobaan Pembunuhan Trump
- Juli 2016 – Butler County, Pennsylvania: Pada saat kampanye presiden, seorang penembak bernama Thomas Matthew Crooks menembakkan peluru yang hampir mengenai telinga Trump. Crooks tewas dalam tembak menembak singkat setelah menembak.
- September 2016 – West Palm Beach, Florida: Ryan Wesley Routh terdeteksi merencanakan serangan bersenjata terhadap Trump. Routh akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah mengakui niatnya.
- Juli 2024 – Kampanye di Pennsylvania: Insiden ketiga terjadi ketika peluru mengenai Trump saat ia berada di panggung kampanye. Pelaku, Thomas Matthew Crooks (nama yang sama dengan kasus 2016, namun laporan menyebutkan identitas berbeda), meninggal setelah tembakan balasan.
- April 2026 – Washington Hilton, Washington D.C.: Pada 25 April 2026, saat jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih di ruang bawah tanah Washington Hilton, seorang pria berusia 31 tahun asal California, Cole Thomas Allen, menerobos pos pemeriksaan keamanan dengan membawa pistol semi‑otomatis, senapan laras panjang, dan tiga pisau. Ia menembakkan antara lima hingga delapan kali, menembak seorang agen Secret Service yang selamat berkat rompi antipeluru. Trump dan Wakil Presiden JD Vance dievakuasi. Allen kemudian ditangkap, didakwa dengan percobaan pembunuhan Trump, serta pelanggaran senjata api.
Kasus terbaru menimbulkan reaksi resmi dari Gedung Putih. Presiden Trump, yang sedang berada di ruang briefing pada 25 April 2026, menanggapi insiden dengan menyatakan bahwa Washington Hilton tidak sepenuhnya aman. Pernyataan tersebut memicu keprihatinan mengenai keamanan tokoh penting menjelang Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Jaksa Federal, Jeanine Pirro, mengungkapkan bahwa Allen tidak memberikan pernyataan pembelaan saat sidang pada 27 April 2026. Hakim Magistrat Matthew Sharbaugh memerintahkan penahanan Allen selama proses persidangan, dengan sidang berikutnya dijadwalkan pada 30 April 2026. Jaksa Agung Todd Blanche menegaskan bahwa meski Allen menembakkan senjata, ia tidak sempat mendekati Trump secara fisik.
Berita ini juga mengaitkan keamanan Piala Dunia 2026. Gedung Putih menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah, FIFA, dan otoritas keamanan untuk memastikan turnamen berlangsung tanpa ancaman. Isu-isu keamanan tambahan meliputi kehadiran agen US Immigration and Customs Enforcement di sekitar stadion dan potensi ketegangan dengan Iran, yang diperkirakan akan berpartisipasi.
Berikut tabel ringkasan data utama percobaan pembunuhan Trump:
| Tahun | Lokasi | Pelaku | Senjata | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 2016 (Juli) | Butler County, PA | Thomas Matthew Crooks | Pistol | Peluru meleset; Crooks tewas |
| 2016 (Sept) | West Palm Beach, FL | Ryan Wesley Routh | Rencana senjata | Hukuman penjara seumur hidup |
| 2024 (Juli) | Kampanye PA | Thomas Matthew Crooks | Pistol | Peluru mengenai Trump; pelaku tewas |
| 2026 (April) | Washington Hilton, DC | Cole Thomas Allen | Pistol semi‑otomatis, senapan, pisau | Ditangkap, didakwa percobaan pembunuhan |
Serangkaian insiden tersebut mempertegas perlunya peninjauan kembali protokol keamanan bagi pejabat tinggi. Pemerintah AS kini berupaya meningkatkan lapisan pertahanan di lokasi publik, termasuk penggunaan teknologi deteksi senjata non‑letal dan peningkatan latihan respons cepat bagi agen Secret Service.
Dengan tiga percobaan pembunuhan yang berhasil digagalkan selama masa jabatan Trump, pertanyaan tentang motivasi pelaku tetap menjadi topik penelitian kriminologi dan intelijen. Analisis menunjukkan kombinasi faktor ideologi politik, kepentingan pribadi, dan gangguan mental sebagai penyebab utama.
Ke depannya, keamanan acara internasional seperti Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian nyata bagi kebijakan perlindungan yang baru. Pemerintah berjanji untuk menindaklanjuti rekomendasi keamanan yang diusulkan oleh otoritas federal dan internasional, demi menghindari tragedi serupa di masa mendatang.