Kenaikan Suhu Kawah hingga 460°C: Gunung Slamet Siap Mengguncang Lima Kabupaten
Berita Pilihan 23 April 2026 – Aktivitas vulkanik Gunung Slamet kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada pertengahan April 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat suhu kawah yang semula berada di kisaran 280°C melonjak menjadi 418°C, lalu mencapai 460°C dalam waktu singkat. Peningkatan suhu ini bersamaan dengan frekuensi gempa berfrekuensi rendah yang semakin sering terdeteksi, menandakan pergerakan magma menuju lapisan yang lebih dangkal.
Kepala PVMBG, Priatin Hadi Wijaya, menegaskan bahwa kondisi tersebut memperlihatkan dinamika internal yang harus menjadi perhatian bersama. “Kita melihat dua indikator utama: suhu kawah yang naik drastis dan gempa low‑frequency yang menandakan pergerakan magma. Ini menuntut kewaspadaan bersama,” ujarnya dalam sosialisasi mitigasi bencana di Purwokerto, 23 April 2026.
Gunung Slamet menguasai wilayah lima kabupaten di Jawa Tengah: Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Oleh karena itu, hasil pemantauan harus disampaikan kepada pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tokoh masyarakat setempat agar langkah mitigasi dapat disiapkan secara terkoordinasi.
Berikut rangkuman data suhu kawah dalam tiga fase terakhir:
| Periode | Suhu Kawah (°C) |
|---|---|
| Maret 2026 | 280 |
| Awal April 2026 | 418 |
| 23 April 2026 | 460 |
Data tersebut diperoleh melalui citra termal yang dipantau secara kontinu oleh tim PVMBG. Selain kamera termal, PVMBG juga memanfaatkan jaringan seismograf, tiltmeter, dan sistem Electronic Distance Measurement (EDM) untuk mendeteksi perubahan deformasi pada tubuh gunung.
Seiring dengan peningkatan aktivitas, PVMBG telah memperluas radius zona aman di sekitar puncak gunung dari dua kilometer menjadi tiga kilometer sejak 4 April 2026. Langkah ini diambil untuk memberi ruang evakuasi yang lebih luas bila terjadi peningkatan tekanan magma yang tiba‑tiba.
Berikut langkah-langkah yang disarankan bagi warga di sekitar Gunung Slamet:
- Ikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD secara rutin.
- Pastikan jalur evakuasi teridentifikasi dan siap digunakan.
- Siapkan perlengkapan darurat seperti masker, lampu senter, dan persediaan makanan serta air bersih.
- Hindari aktivitas di daerah rawan longsor atau aliran lava potensial.
- Lapor segera jika mencium bau belerang atau melihat asap putih tebal dari kawah.
Jika aktivitas terus meningkat, PVMBG berencana mengevaluasi kembali status gunung menjadi Level III (Siaga). Keputusan tersebut akan didasarkan pada analisis komprehensif suhu, gempa, dan deformasi tanah.
Secara keseluruhan, peningkatan suhu kawah hingga 460°C dan peningkatan frekuensi gempa low‑frequency menandakan bahwa Gunung Slamet berada pada fase yang lebih aktif. Kewaspadaan bersama antara pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko serta memastikan respons yang cepat jika terjadi erupsi.