Berita Pilihan

Bukit Asam Gencar Tingkatkan Produksi dan Tekad Zero Fatality, Target 49,5 Juta Ton 2026

admin ·
Bukit Asam Gencar Tingkatkan Produksi dan Tekad Zero Fatality, Target 49,5 Juta Ton 2026

Berita Pilihan 24 April 2026 – PT Bukit Asam (PTBA), perusahaan tambang batu bara milik negara yang beroperasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, kembali menegaskan komitmen strategisnya. Dalam upaya meningkatkan produksi hingga 49,5 juta ton pada 2026, perusahaan tidak hanya fokus pada kuantitas tetapi juga menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama, dengan target ambisius zero fatality.

Menurut Yuhendri Wisra, kepala Divisi SHE Corporate, manajemen puncak PTBA telah meluncurkan serangkaian program yang mengintegrasikan seluruh level organisasi. Program Top Management Tour memungkinkan direksi, termasuk Direktur Operasi dan Produksi, turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi operasional dan menilai risiko K3 secara real time.

Baca juga:
  • Top Talk Safety: dialog intensif antara manajemen senior dan karyawan mengenai standar keselamatan.
  • Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang dipimpin oleh Kepala Teknik Tambang, melibatkan General Manager, Division Head, dan Department Head.
  • Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta Golden Rules yang diperbaharui secara periodik.
  • Kewajiban kontraktor untuk menempatkan HSE Officer di setiap proyek.

Struktur organisasi khusus keselamatan, yang berada di bawah divisi Safety, Health and Environment (SHE), memastikan bahwa kebijakan tidak hanya bersifat dokumen tetapi diimplementasikan dalam setiap aktivitas penambangan, pengolahan, serta distribusi batu bara.

Di sisi produksi, PTBA mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran. Proyek pengembangan tambang Ombilin di Sumatera Barat serta proyek hilirisasi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim dijadwalkan memulai groundbreaking pada tahun 2026. Kedua inisiatif tersebut diharapkan menambah nilai tambah pada rantai pasok energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor batu bara mentah.

Target produksi 49,5 juta ton pada 2026 mencerminkan pertumbuhan yang konsisten sejak 2025, meskipun perusahaan menghadapi tekanan harga batu bara global. Laba bersih PTBA pada tahun 2025 tercatat Rp2,93 triliun, meski mengalami penurunan 43 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan tantangan profitabilitas yang harus diatasi lewat diversifikasi produk dan efisiensi operasional.

Baca juga:

Selain fokus pada produksi, PTBA juga menyoroti peran strategisnya dalam kebijakan energi nasional. Kolaborasi dengan holding MIND ID dan kementerian terkait menegaskan dukungan terhadap agenda swasembada energi, termasuk pengembangan proyek DME yang dapat menjadi bahan bakar bersih bagi sektor transportasi.

Namun, tantangan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Lokasi tambang yang terpencil, cuaca ekstrem, serta risiko kecelakaan alat berat seperti dump truck dan ekskavator menuntut pendekatan proaktif. PTBA menanggulangi potensi human error dengan program rotasi kerja, monitoring kelelahan, serta pelatihan reguler bagi seluruh tenaga kerja yang berjumlah sekitar 17.000 orang, termasuk mitra kontraktor.

Upaya zero fatality tidak hanya menjadi slogan, melainkan bagian integral dari budaya kerja. Setiap goresan kecil di lapangan dianggap serius, dan laporan insiden segera ditindaklanjuti oleh tim K3. Pendekatan ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan kerja secara signifikan, menjadikan PTBA sebagai contoh bagi industri pertambangan di Indonesia.

Baca juga:

Dengan kombinasi target produksi ambisius, inovasi teknologi hilirisasi, dan kebijakan keselamatan yang ketat, PT Bukit Asam menatap masa depan yang lebih berkelanjutan. Keberhasilan strategi ini akan berkontribusi pada stabilitas energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam pasar batu bara dan energi bersih.