Berita Pilihan

Harapan Baru di Lereng Gunung Slamet: Kisah Danu dan Transformasi Pendidikan Asrama

admin ·
Harapan Baru di Lereng Gunung Slamet: Kisah Danu dan Transformasi Pendidikan Asrama

Berita Pilihan 01 Mei 2026 – Di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, seorang remaja bernama Wirandanu, atau Danu, mengukir perubahan hidupnya lewat program Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas. Latar belakang keluarganya sederhana; ia tinggal bersama pamannya yang bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibunya mengidap gangguan mental.

Kehidupan Danu sebelumnya dipenuhi kerja keras mencari rumput untuk pakan ternak. Setiap libur, ia bangun pagi, mencuci muka, sarapan, lalu melangkah ke kebun untuk mengumpulkan arit. Namun, pada Rabu, 29 April 2026, Danu memulai babak baru ketika memasuki asrama Sekolah Rakyat. Di sana, ia tidak hanya belajar mata pelajaran standar, melainkan juga disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab sosial.

Baca juga:

Awalnya, adaptasi dengan kehidupan asrama menjadi tantangan. Danu sempat mencoba meninggalkan tempat tersebut, namun pendekatan hangat guru dan pendidik secara perlahan mengubah sikapnya. “Kerasa banget perubahannya, dulu ibadah cuma maghrib, sekarang jadi lebih konsisten,” ungkapnya.

Perubahan tersebut tidak berhenti pada kebiasaan ibadah. Danu berhasil meraih posisi ketua asrama, memimpin sebelas siswa lainnya. Tugasnya meliputi pengaturan piket, menjaga kebersihan, serta mengingatkan teman-teman agar tidak masuk asrama dengan sepatu atau sandal. “Saya belajar tidak reaktif, melainkan menyelesaikan masalah lewat komunikasi,” katanya.

Keberhasilan Danu mencerminkan efektivitas program pendidikan berbasis asrama yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan menjangkau anak-anak dari daerah terpencil, terutama yang berada di kaki gunung seperti Gunung Slamet, untuk memberikan akses pendidikan berkualitas dan pembentukan karakter.

Baca juga:

Selain aspek pendidikan, wilayah lereng Gunung Slamet juga menawarkan potensi ekowisata yang menjanjikan. Beberapa lokasi arung jeram di Jawa Tengah, yang berada tidak jauh dari lereng gunung, menyuguhkan pemandangan indah dan tantangan petualangan. Potensi ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi komunitas lokal, sekaligus memperkuat alasan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di sekitar gunung.

Pengembangan ekowisata harus sejalan dengan upaya pendidikan. Dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui program seperti Sekolah Rakyat, generasi muda seperti Danu dapat menjadi agen perubahan yang mengelola pariwisata secara berkelanjutan, menjaga kebersihan sungai, dan melestarikan flora serta fauna di wilayah Gunung Slamet.

Cita-cita Danu di masa depan adalah menjadi peternak kambing, memanfaatkan pengalaman mencari rumput sejak kecil. Ketertarikannya pada pelajaran IPA semakin memperkuat impian tersebut, karena ia memahami pentingnya pengetahuan ilmiah dalam mengelola ternak secara efisien.

Baca juga:

Kisah Danu bukan sekadar cerita pribadi, melainkan contoh konkret bagaimana intervensi pendidikan dapat mengubah dinamika sosial di daerah pegunungan. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya, potensi daerah lereng Gunung Slamet dapat dioptimalkan baik dari segi pendidikan maupun pariwisata, menjadikan wilayah ini lebih sejahtera dan berdaya saing.

Ke depannya, keberlanjutan program Sekolah Rakyat dan pengembangan ekowisata arung jeram harus terus dipantau, agar sinergi antara pendidikan dan ekonomi lokal dapat terwujud secara berkelanjutan.