Berita Pilihan

Telkom Dihujat Prabowo, BP BUMN Desak Bersih‑Bersih Laporan Keuangan: Tantangan Transformasi Digital

admin ·
Telkom Dihujat Prabowo, BP BUMN Desak Bersih‑Bersih Laporan Keuangan: Tantangan Transformasi Digital

Berita Pilihan 22 April 2026 – Jalan-jalan politik dan tata kelola korporasi kembali bersinggungan ketika Menteri Pertahanan Prabowo Subianto secara terbuka menyoroti laporan keuangan Telkom Indonesia (TLKM). Dalam beberapa pertemuan publik, Prabowo menuding adanya potensi manipulasi data keuangan yang dapat merugikan negara, sekaligus menuntut transparansi yang lebih tinggi dari perusahaan BUMN terbesar di sektor telekomunikasi.

Sementara itu, Badan Pengawasan (BP) BUMN menegaskan kembali posisinya dengan meminta Telkom melakukan “bersih‑bersih” laporan keuangan. BP BUMN menilai bahwa akurasi dan integritas data keuangan merupakan prasyarat utama untuk menjaga kepercayaan investor, khususnya di pasar modal Indonesia. Permintaan tersebut mencakup audit menyeluruh, peninjauan kembali kebijakan akuntansi, serta penyesuaian atas setiap temuan yang dianggap tidak sesuai standar internasional.

Baca juga:

Langkah ini tidak lepas dari konteks transformasi digital yang tengah digalakkan Telkom. Dalam rangka memperkuat fondasi fundamental, perusahaan meluncurkan program Danantara Pantau Transformasi Telkom, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mempercepat digitalisasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas ekosistem teknologi di seluruh Indonesia. Program tersebut menargetkan peningkatan pendapatan non‑core, optimalisasi jaringan 5G, dan pengembangan platform cloud serta layanan data center.

Namun, kritik politik dan tekanan regulasi menambah beban pada agenda transformasi. Prabowo menekankan bahwa tanpa kepastian keuangan yang bersih, upaya digitalisasi dapat terhambat karena kepercayaan stakeholder akan menurun. Ia menambahkan, “Jika BUMN tidak mampu menunjukkan akuntabilitas yang tinggi, maka investasi swasta dan asing akan enggan menanamkan modal, menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.”

BP BUMN menanggapi dengan menyiapkan serangkaian langkah konkret, antara lain:

Baca juga:
  • Penunjukan auditor independen bersertifikat internasional untuk melakukan audit menyeluruh.
  • Penguatan mekanisme internal control (IC) pada unit bisnis utama.
  • Pelaporan berkala kepada Dewan Komisaris dan regulator dengan standar transparansi yang lebih ketat.
  • Penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) terbaru untuk meminimalkan risiko human error.

Dalam menanggapi sorotan tersebut, jajaran eksekutif Telkom menegaskan komitmen perusahaan untuk memenuhi semua permintaan regulator. CEO Telkom, Ririek Adriansyah, menyatakan, “Kami menghargai masukan semua pihak, termasuk Bapak Prabowo, dan kami siap melakukan audit menyeluruh serta memperbaiki setiap temuan yang ada. Transformasi digital tetap menjadi prioritas utama kami, namun tidak dapat dipisahkan dari integritas keuangan yang kuat.”

Analisis para pakar industri menunjukkan bahwa meskipun Telkom berada di posisi strategis untuk memimpin revolusi digital di Indonesia, tantangan tata kelola tetap menjadi faktor kritis. Menurut seorang analis senior di sebuah firma riset pasar, “Jika Telkom mampu menyelesaikan isu keuangan secara transparan, maka potensi pertumbuhan pendapatan dari layanan digital dapat mencapai dua digit dalam lima tahun ke depan.”

Pasar modal merespon dengan pergerakan harga saham TLKM yang sempat turun pada sesi perdagangan awal setelah pernyataan Prabowo. Namun, setelah pengumuman langkah-langkah audit dan komitmen transparansi, saham mulai pulih, mencerminkan kepercayaan investor yang masih tinggi terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Baca juga:

Secara keseluruhan, dinamika ini menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan publik, pengawasan BUMN, dan strategi korporasi dalam mengelola transformasi digital. Telkom dihadapkan pada tantangan ganda: mempercepat inovasi teknologi sekaligus memastikan laporan keuangan yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan. Keberhasilan menyeimbangkan kedua aspek tersebut akan menjadi penentu utama bagi masa depan perusahaan dan kontribusinya terhadap pembangunan digital nasional.