Timnas U-17 Vietnam Siapkan Dominasi, Pujian Tinggi ke Malaysia, dan Target Kalahkan Timnas Indonesia
Berita Pilihan 24 April 2026 – Dalam ajang Piala AFF U-17 2026, timnas Vietnam menampilkan performa gemilang dengan mengalahkan Malaysia 3-0 di laga final yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah koleksi trofi ketiga Vietnam dalam sejarah turnamen, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda Vietnam siap menantang dominasi timnas Indonesia di level usia ini.
Sejak menit pertama, Vietnam sudah menunjukkan tekanan agresif. Gol pertama tercipta pada menit ke-12 melalui aksi cepat Dao Quy Vuong yang memanfaatkan ruang di lini pertahanan Malaysia. Tidak lama kemudian, pada tambahan waktu babak pertama, Nguyen Van Duong menambah keunggulan dengan tendangan jarak jauh yang menembus gawang lawan. Gol ketiga, kembali dicetak oleh Nguyen Van Duong pada menit ke-56, menegaskan keunggulan 3-0 yang tak terelakkan.
Di samping hasil di atas, para pengamat Vietnam memberikan pujian setinggi langit kepada tim Malaysia. Salah satu komentator ternama, Trần Minh Quang, menyatakan bahwa “Malaysia menunjukkan disiplin taktik yang luar biasa, pertahanan yang rapat, dan semangat juang yang patut diacungi jempol. Mereka layak menjadi lawan yang menantang bagi Timnas Indonesia.” Pujian ini menambah kepercayaan diri Malaysia, sekaligus menyoroti potensi persaingan yang semakin ketat di antara negara-negara ASEAN.
Sementara itu, Indonesia kembali menjadi sorotan setelah mengalami kegagalan di fase grup. Timnas U-17 Indonesia gagal lolos setelah menelan kekalahan tipis 0-1 melawan Malaysia, yang dicetak oleh Muhammad Fareez Danial pada menit ke-68. Kegagalan ini memicu perdebatan luas mengenai kualitas pembinaan pemuda Indonesia, terutama setelah keberhasilan Timnas U-16 pada tahun 2022 yang berhasil mengalahkan Vietnam 1-0 dan menjuarai Piala AFF U-16.
Berikut rangkuman statistik final Vietnam vs Malaysia:
- Skor akhir: Vietnam 3 – 0 Malaysia
- Gol: Dao Quy Vuong (12′), Nguyen Van Duong (45’+2′, 56′)
- Tembakan ke gawang: Vietnam 12, Malaysia 5
- Penguasaan bola: Vietnam 58%, Malaysia 42%
- Kartu kuning: Vietnam 2, Malaysia 3
Secara taktik, Vietnam menampilkan formasi 4-3-3 yang fleksibel, memanfaatkan kecepatan sayap serta kreativitas lini tengah. Sementara Malaysia berusaha menahan serangan dengan formasi 4-5-1, namun kurang mampu menahan tekanan ganda pada lini pertahanan. Pengamat Vietnam menilai bahwa kemampuan Malaysia dalam menahan serangan akan menjadi tolak ukur penting bila mereka bertemu kembali dengan Indonesia di turnamen mendatang.
Di sisi lain, timnas U-16 Indonesia yang pernah meraih gelar pada tahun 2022 kembali menjadi perbincangan. Keberhasilan tersebut didorong oleh pemain-pemain berbakat seperti Sean Rahman Kastor dan Pandu Aryo Wicaksono, yang kini beranjak ke timnas U-17. Namun, transisi ke level yang lebih tinggi belum menghasilkan hasil yang memuaskan, mengingat kekalahan melawan Malaysia.
Melihat performa Vietnam yang kini berada di puncak, banyak yang menebak bahwa mereka akan menjadi ancaman serius bagi Indonesia pada edisi berikutnya. Vietnam tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga disiplin kolektif yang dipuji oleh pengamat dalam negeri. Jika Indonesia ingin kembali merebut gelar, mereka harus memperbaiki strategi pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan di fase akhir.
Kesimpulannya, Piala AFF U-17 2026 memberikan gambaran jelas tentang perubahan dinamika sepak bola muda di Asia Tenggara. Vietnam kini memegang puncak dengan kemenangan meyakinkan atas Malaysia, sementara Malaysia mendapatkan pujian yang meningkatkan moral mereka. Indonesia, di sisi lain, harus mengevaluasi kembali program pengembangan pemain muda agar dapat bersaing kembali di level regional.