Pernyataan HS: Malut United Gagal Manfaatkan Peluang, Tertahan di Posisi Kelima
Berita Pilihan 24 April 2026 – Malut United kembali merasakan tekanan setelah menelan kekalahan 0-2 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Kamis (23/4) malam itu menjadi sorotan utama karena menegaskan tren negatif tim Laskar Kie Raha yang kini belum meraih kemenangan dalam lima laga terakhir.
Gol pembuka bagi Persebaya dicetak oleh pemain asal Kroasia, Milos Raickovic, pada menit ke-73. Gol penutup datang di babak tambahan waktu pertama (90+1′) melalui tendangan Francisco Rivera. Kedua gol tersebut menandai kemampuan tim tamu dalam memanfaatkan peluang di babak kedua, sementara Malut United gagal menambah angka meski sempat mendominasi fase awal.
Secara statistik, Malut United menampilkan agresivitas lebih tinggi pada babak pertama dengan tiga tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama. Persebaya menembakkan empat tembakan tepat sasaran di babak kedua, dua di antaranya berbuah gol. Situasi ini mempertegas pernyataan HS bahwa timnya tidak mampu mengkonversi peluang menjadi gol.
“Secara permainan, kami tidak sepenuhnya kalah. Namun, masalah bagi kami adalah tidak bisa mencetak gol dan memanfaatkan peluang dengan maksimal,” ujar pelatih Hendri Susilo, yang dikenal sebagai HS, dalam konferensi pers pasca laga. Ia menambahkan bahwa hasil minor ini sangat mengecewakan bagi pelatih, pemain, dan suporter, serta meminta maaf kepada masyarakat Maluku Utara yang menaruh harapan tinggi pada tim kebanggaan mereka.
Pemain tengah Malut United, Wbeymar Angulo, juga mengakui situasi sulit yang sedang dihadapi klub. “Deretan kekalahan dan hasil negatif membawa kami ke situasi sulit. Tentu kondisi ini sulit bagi semua pemain, fans, dan semua orang yang mendukung Malut United,” tuturnya. Angulo menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat juang untuk bangkit kembali. “Jangan terlarut dalam keterpurukan. Kami perlu bangkit bersama dan berusaha memenangi pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Kekalahan ini menahan Malut United pada peringkat kelima klasemen sementara dengan 46 poin dari 29 pertandingan. Rekor lima laga tanpa kemenangan (tiga kekalahan dan dua imbang) semakin menambah beban mental pada skuad. Dengan lima pertandingan tersisa, peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka, namun tantangannya tidak ringan.
Jadwal selanjutnya menuntut Malut United untuk segera bangkit. Pada Selasa (28/4), mereka akan menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pertandingan ini menjadi peluang penting untuk memutuskan rantai negatif dan kembali meraih tiga poin. Berikut jadwal lima laga terakhir Malut United:
- PSBS Biak vs Malut United – 28 April 2026 (Stadion Maguwoharjo, Sleman)
- Malut United vs Persis Solo – 2 Mei 2026
- Malut United vs PSIM Yogyakarta – 6 Mei 2026
- Malut United vs Persita Tangerang – 10 Mei 2026
- Malut United vs Borneo FC – 14 Mei 2026
Secara taktik, HS menilai bahwa meski tim tampil lebih agresif di babak pertama, kurangnya ketajaman akhir menutup peluang yang tercipta. Ia menambahkan bahwa latihan akan difokuskan pada penyelesaian akhir dan perbaikan koordinasi serangan. Harapan besar tetap mengarah pada perbaikan performa di laga-laga mendatang, terutama mengingat dukungan kuat suporter Laskar Kie Raha yang selalu hadir di tribun.
Kesimpulannya, pernyataan HS menegaskan bahwa masalah utama Malut United terletak pada ketidakmampuan memanfaatkan peluang. Dengan tekanan klasemen dan harapan suporter, tim harus segera menemukan formula kemenangan agar tidak terpuruk lebih jauh di klasemen akhir musim.