Gempa Palu 6,7 SR: Korban Meninggal Tiga Orang, Ribuan Terdampak, Upaya Pemulihan Cepat
Berita Pilihan 18 Juni 2026 – Gempa Palu mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada dini hari Jumat, 19 Juni 2026 dengan kedalaman 10 kilometer dan koordinat 1,03 LS, 120,07 BT. Guncangan terasa di kota Palu dan Kabupaten Sigi dengan intensitas MMI II-III. Magnitudo awal tercatat 4,4 pada pukul 04:26 WITA, namun gempa utama yang lebih kuat mencapai 6,7 SR, menimbulkan kerusakan signifikan dan menambah korban jiwa.
Menurut pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa utama kini mencapai tiga orang. Semua korban teridentifikasi berada di wilayah administratif Kabupaten Sigi, tepatnya di Desa Ampera (Kecamatan Palolo), Desa Kamarora A (Kecamatan Nokilalaki), dan satu korban tambahan yang baru saja diverifikasi di lokasi lain. Selain itu, sebanyak 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan, menjadikan total korban luka mencapai 108 orang.
Data BNPB juga mengungkap dampak kumulatif yang meluas ke lebih dari 2.012 kepala keluarga atau setara 6.458 jiwa. Sebagian besar terdampak berada di Kabupaten Sigi (1.991 kepala keluarga), sementara Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, Poso, dan Kota Palu juga mencatat korban. Kerusakan rumah terbagi menjadi tiga tingkat: 1.456 unit rumah rusak ringan, 112 unit rumah rusak sedang, dan 47 unit rumah rusak berat. Sebagian besar kerusakan terjadi di Sigi, diikuti Palu dan Poso.
Fasilitas umum tidak luput dari dampak. Terdapat 35 rumah ibadah, 10 fasilitas pendidikan, 11 gedung perkantoran, 2 jembatan, 5 usaha mikro, 4 hotel, 1 villa, 1 gedung pertemuan, dan 1 rumah adat yang mengalami kerusakan. Kerusakan infrastruktur dasar menjadi prioritas dalam fase pemulihan.
Menanggapi situasi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, SAR, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan penyisiran, evakuasi, serta pendirian tenda pengungsian darurat. Pemerintah daerah dan lembaga sosial juga menggalang bantuan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah menyalurkan 1.500 paket sembako dan obat-obatan kepada warga di Desa Kamarora A, Kamarora B, dan Desa Petimbe. Paket tersebut berisi beras, gula, minyak goreng, serta obat dasar untuk mengatasi luka ringan dan penyakit menular.
Di tingkat nasional, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan percepatan rekonstruksi infrastruktur. Dalam kunjungan ke Jatinangor, Sumedang, AHY menegaskan bahwa perbaikan jalan, jembatan, dan rumah warga harus berjalan paralel dengan fase tanggap darurat. Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor akan memastikan sumber daya tersedia secara optimal, sehingga akses publik dan layanan dasar dapat pulih secepatnya.
Berikut rangkuman bantuan dan langkah pemulihan yang telah dilaksanakan:
- Evakuasi dan penyaluran tenda pengungsian bagi ribuan keluarga.
- Pendistribusian 1.500 paket sembako dan obat-obatan oleh PSI.
- Penempatan tim SAR untuk penyisiran korban di bawah reruntuhan.
- Rekonstruksi jalan dan jembatan utama yang rusak.
- Rehabilitasi rumah warga dengan prioritas pada rumah rusak berat.
Warga di daerah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang menunjukkan retak atau tidak stabil. Pemerintah daerah terus memantau situasi melalui pusat komando darurat, serta memperkuat sinergi antara kementerian teknis dan otoritas lokal.
Dengan upaya bersama antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan Gempa Palu dapat berjalan efektif, meminimalisir dampak jangka panjang, dan mengembalikan kesejahteraan bagi lebih dari enam ribu jiwa yang terdampak.