Berita Pilihan

Dugaan Child Grooming di Sekolah Tangsel Mulai Diselidiki Polisi

admin ·
Dugaan Child Grooming di Sekolah Tangsel Mulai Diselidiki Polisi

Berita Pilihan 17 Mei 2026 – Belakangan viral unggahan soal dugaan manipulasi psikologis terhadap anak atau child grooming oleh kepala sekolah inisial AMA terhadap siswi di salah satu SMK swasta di Pamulang, Tangerang Selatan. Polisi mulai menyelidiki dugaan tersebut.

Dalam unggahan yang viral, sejumlah akun anonim membagikan cerita dan pengakuan terkait perilaku di lingkungan sekolah tersebut. Salah satu unggahan menyinggung pendekatan kepala sekolah kepada siswi tertentu. Kepala sekolah disebut membuat pola pendekatan kepada siswi yang kurang mendapat perhatian dari ayah atau fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.

Baca juga:

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, mengatakan bahwa polisi telah melakukan penyelidikan berdasarkan hasil patroli siber yang menemukan beberapa link berita viral di media sosial. Wira mengatakan AMA mendatangi Polres Tangerang Selatan untuk berkonsultasi terkait pemberitaan yang viral ini.

Wira mengatakan korban belum membuat laporan polisi (LP) hingga saat ini. Ia juga belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap AMA karena masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga:

Polres Tangsel tidak melakukan atau mengawal mediasi apapun terkait perkara ini. Wira menegaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki perkara ini untuk mencari fakta dan kebenaran yang terjadi.

Komnas Perempuan menyebut child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual.

Baca juga:

Pola child grooming umumnya muncul melalui strategi pelaku yang memosisikan diri sebagai teman dekat dan pendengar, memberikan hadiah serta validasi berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara bertahap, meminta relasi dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung, memanipulasi rasa bersalah dan takut, hingga berujung pada ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa polisi masih dalam proses penyelidikan dan belum menemukan fakta yang jelas tentang dugaan child grooming di sekolah Tangsel. Namun, kasus ini telah menarik perhatian masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan anak-anak di sekolah.