Berita Pilihan

Bus Pariwisata Mogok di Tanjakan Gombel, Diterjang Derek Petugas: Penyebab Kopling Terbakar

admin ·
Bus Pariwisata Mogok di Tanjakan Gombel, Diterjang Derek Petugas: Penyebab Kopling Terbakar

Berita Pilihan 22 April 2026 – Selasa pagi, 21 April 2026, lalu lintas di kawasan Tanjakan Gombel, Semarang, sempat terhenti ketika sebuah bus pariwisata mengalami gangguan kritis dan akhirnya mogok di jalur naik yang cukup curam. Kendaraan berwarna biru dengan aksen kuning itu mengangkut rombongan wisatawan yang tengah menuju kawasan Candi Golf. Pada pukul 07.50 WIB, sopir melaporkan bahwa mesin tetap hidup namun kampas kopling tiba‑tiba terbakar, menyebabkan kendaraan tak dapat melanjutkan perjalanan.

Segera setelah laporan diterima, tim Dinas Perhubungan Kota Semarang yang dipimpin oleh Kepala Seksi Operasional, Citra Puji, bersama unit Satlantas Polrestabes Semarang, melakukan penanganan di lokasi. Menurut Citra, bus tersebut merupakan tipe Hino dengan nomor polisi E 7698 VA. “Kampas kopling terbakar menjadi penyebab utama bus mogok. Kami langsung menilai situasi untuk mencegah kemacetan lebih lanjut,” ujar Citra dalam keterangan kepada media setempat.

Baca juga:

Petugas Dinas Perhubungan memiliki derek khusus yang biasanya dipakai untuk menertibkan kendaraan parkir sembarangan. Pada kesempatan ini, derek tersebut dimanfaatkan untuk mengeluarkan bus dari tanjakan curam dan memindahkannya ke jalan yang lebih landai. Proses derek berlangsung tanpa menimbulkan kerusakan tambahan pada kendaraan, sekaligus memastikan arus lalu lintas kembali lancar dalam waktu singkat.

Penggunaan derek dalam situasi darurat ini menunjukkan fleksibilitas peran Dinas Perhubungan. Meskipun fokus utama mereka adalah penertiban, regulasi mengizinkan bantuan evakuasi kendaraan yang mengalami kerusakan kritis, asalkan prosedur keselamatan dipatuhi. “Kami selalu siap membantu masyarakat, terutama ketika kendaraan mengganggu kelancaran arus atau membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya,” tambah Citra.

Setelah dipindahkan, bus tersebut dibawa ke bengkel resmi Dinas Perhubungan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim teknisi menemukan bahwa kampas kopling mengalami keausan berlebih dan tidak terdeteksi sebelumnya karena kurangnya perawatan rutin. Akibatnya, suhu berlebih menyebabkan material kopling terbakar, menurunkan kemampuan transmisi untuk mengalihkan tenaga mesin ke roda.

Baca juga:

Kasus ini mengingatkan pentingnya inspeksi berkala bagi armada pariwisata, khususnya yang beroperasi di wilayah dengan medan berbukit seperti Semarang. Pemerintah daerah melalui Dishub menegaskan bahwa semua operator wajib melaksanakan perawatan preventif minimal sekali dalam tiga bulan, serta memastikan bahwa suku cadang kritis seperti kampas kopling diganti sesuai rekomendasi pabrikan.

Para penumpang yang berada di dalam bus melaporkan rasa khawatir namun merasa lega karena penanganan cepat dari petugas. Salah satu wisatawan, Budi Santoso, mengatakan, “Kami sempat panik ketika bus berhenti tiba‑tiba, tetapi petugas sangat sigap. Tidak ada kecelakaan, dan kami tetap dapat melanjutkan perjalanan setelah bus dipindahkan.”

Selain menanggulangi gangguan teknis, pihak berwenang juga mengingatkan pengemudi untuk selalu memantau suhu mesin dan kondisi kopling, terutama saat melintasi tanjakan panjang. Kebiasaan mengoperasikan kendaraan pada putaran mesin tinggi secara terus‑menerus dapat mempercepat keausan komponen penting.

Baca juga:

Secara keseluruhan, insiden bus pariwisata mogok di tanjakan Gombel ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan. Namun, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi operator transportasi publik untuk meningkatkan standar perawatan dan memperkuat koordinasi dengan Dinas Perhubungan dalam penanganan darurat. Dengan langkah‑langkah proaktif, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa yang akan datang.