Berita Pilihan

Lamine Yamal Hormati Messi, Dari Idola Masa Kecil ke Panutan Karier Global

admin ·
Lamine Yamal Hormati Messi, Dari Idola Masa Kecil ke Panutan Karier Global

Berita Pilihan 22 April 2026 – Lamine Yamal, penyerang muda Barcelona yang baru berusia 18 tahun, kembali menjadi sorotan dunia setelah menerima penghargaan Laureus World Sports Awards kategori Young Sportsperson of the Year. Di balik sorotan tersebut, Yamal mengungkapkan rasa hormat mendalamnya kepada Lionel Messi, sang legenda Barcelona yang sekaligus menjadi idola masa kecilnya.

Penghargaan yang diserahkan oleh legenda Brasil Cafu pada ajang Laureus di Madrid menandai pencapaian penting bagi Yamal. Ia tidak hanya dinobatkan sebagai atlet muda terbaik dunia, tetapi juga menegaskan posisinya di antara generasi baru yang siap mengisi ruang kosong setelah era Messi. “Sulit menyadari bahwa tanggung jawab ini besar, namun saya melihatnya sebagai peluang positif untuk memberi contoh,” kata Yamal dalam konferensi pers singkat setelah upacara.

Baca juga:

Dalam wawancara terpisah, Yamal menegaskan bahwa Messi bukan sekadar pemain berbakat, melainkan contoh integritas dan konsistensi yang melampaui batas olahraga sepak bola. “Messi adalah contoh. Dia adalah pemain sepak bola terbaik dalam sejarah dan juga atlet terbaik. Bagi saya, dia bukan hanya sekadar idola,” ujarnya dengan nada penuh kekaguman.

Penghargaan Laureus bukan kali pertama Yamal meraih pengakuan internasional. Pada tahun 2025, ia memperoleh gelar World Breakthrough Sportsperson of the Year, menjadikannya satu-satunya pemain muda yang berhasil mengumpulkan dua trofi Laureus dalam kurun waktu singkat. Dengan pencapaian tersebut, ia menyejajarkan dirinya dengan legenda Barcelona Johan Cruyff, yang pernah menerima dua penghargaan Laureus pada tahun 2006 dan 2016.

Berikut rangkaian prestasi Yamal yang berkontribusi pada pengakuan tersebut:

Baca juga:
  • Menjadi elemen penting Barcelona meraih Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Supercopa pada musim 2024/2025.
  • Finisher utama tim dalam pertandingan-pertandingan krusial, mencetak 12 gol dan 9 assist di liga.
  • Finisher runner-up Ballon d’Or 2025, hanya tertinggal satu poin dari Ousmane Dembélé.
  • Mendapatkan Trofi Kopa 2025 sebagai pemain terbaik di bawah usia 21 tahun.

Meski prestasinya mengesankan, Yamal tetap mengakui bahwa ia masih berada dalam proses belajar. “Saya masih berusia 18 tahun, jadi kesalahan masih mungkin terjadi. Namun, saya berkomitmen untuk terus memperbaiki diri,” tambahnya. Pernyataan ini mencerminkan kedewasaan yang jarang terlihat pada pemain seumurannya.

Hubungan Yamal dengan Messi tidak hanya terletak pada aspek teknis di lapangan. Yamal menyebutkan bahwa Messi telah menjadi panutan dalam hal etika kerja, sikap rendah hati, dan dedikasi kepada tim. “Setiap kali saya menyampaikan pesan kepada generasi muda, saya berusaha meneladani apa yang Messi tunjukkan selama kariernya,” ujar Yamal.

Penghormatan ini juga mendapat respons positif dari para penggemar dan analis sepak bola. Banyak yang menilai bahwa Yamal mampu memanfaatkan warisan Messi untuk membangun identitasnya sendiri, bukan sekadar meniru gaya permainan. “Dia menggabungkan kecepatan, dribel, dan visi ala Messi, namun tetap menambahkan sentuhan pribadi yang membuatnya unik,” komentar seorang analis senior di sebuah portal olahraga.

Baca juga:

Di tengah sorotan media, Barcelona juga menegaskan peran penting Yamal dalam rencana jangka panjang klub. Manajer tim mengungkapkan bahwa Yamal akan menjadi tulang punggung lini serang bersama veteran seperti Robert Lewandowski, sambil terus mengasah kemampuan teknisnya.

Dengan penghargaan Laureus dan pengakuan internasional, Yamal berada di jalur yang tepat untuk melanjutkan warisan Messi. Ia berharap dapat meneladani tidak hanya keberhasilan di lapangan, tetapi juga kontribusi sosial yang dilakukan Messi melalui yayasan amal dan kampanye pendidikan.

Secara keseluruhan, perjalanan Lamine Yamal dari anak muda yang mengidolakan Messi hingga menjadi panutan karier global menunjukkan betapa kuatnya pengaruh seorang legenda dalam membentuk generasi baru. Jika Yamal terus menjaga fokus, disiplin, dan rasa hormat yang ia tunjukkan, masa depannya di kancah sepak bola dunia tampak sangat menjanjikan.