Pep Guardiola Siapkan Langkah Besar: Tinggalkan Manchester City demi Timnas Italia?
Berita Pilihan 25 April 2026 – Pep Guardiola, pelatih asal Spanyol yang saat ini memimpin Manchester City, kini muncul dalam perbincangan tentang masa depannya setelah kontrak satu tahun yang tersisa di Etihad Stadium. Berbagai laporan media Italia, terutama La Gazzetta dello Sport, menyebut bahwa mantan pemain dan pelatih legendaris ini mulai menimbang peluang mengemban tugas sebagai pelatih tim nasional Italia, atau yang akrab disebut “Gli Azzurri”.
Masuknya Guardiola ke dalam radar Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tidak terjadi begitu saja. Keputusan tersebut dipicu oleh ketidakpastian hasil akhir musim 2025/2026 Manchester City, di mana klub masih bersaing ketat di Liga Premier, Liga Champions, serta kompetisi domestik lainnya. Jika City tidak berhasil menambah koleksi trofi, tekanan atas Guardiola dapat meningkat, membuka peluang bagi sang manajer untuk mencari tantangan baru di level internasional.
Sejumlah faktor menjadi alasan kuat bagi FIGC menargetkan Guardiola. Pertama, pengalaman tak terbantahkan Guardiola dalam mengelola klub-klub top seperti Barcelona, Bayern München, dan kini City, telah menghasilkan total lebih dari 30 trofi senior. Kedua, keterikatan pribadi Guardiola dengan Italia—ia pernah bermain untuk Brescia dan AS Roma pada masa mudanya—menjadikan negara tersebut pilihan yang lebih personal dibandingkan opsi lain. Ketiga, keberhasilan Guardiola dalam menerapkan taktik fleksibel serta budaya kemenangan dapat menjadi katalis bagi tim nasional yang sedang mencari identitas pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Namun, tidak semua berjalan mulus. Kendala utama yang dihadapi FIGC adalah besaran gaji yang diminta Guardiola. Saat ini, pelatih City menerima sekitar €14 juta per tahun, termasuk bonus performa. Angka tersebut jauh melampaui standar gaji pelatih timnas Italia, yang berkisar antara €0,8 juta hingga €3 juta per tahun untuk nama-nama seperti Roberto Mancini atau Massimiliano Allegri. FIGC diperkirakan harus mengandalkan sponsor komersial untuk menutup selisih, mirip dengan skema yang pernah diterapkan saat Antonio Conte melatih Italia pada periode 2014‑2016, di mana sebagian gajinya disubsidi oleh Puma.
Di samping aspek finansial, kontrak Guardiola dengan Manchester City masih berlaku hingga Juni 2027. Meskipun demikian, laporan menyebut bahwa Guardiola terbuka untuk mengakhiri kontrak lebih awal bila ia berhasil membawa City kembali menjadi juara liga atau meraih gelar bergengsi lainnya. Jika berhasil, ia dapat meninggalkan klub dalam kondisi puncak, meningkatkan daya tawar dalam negosiasi dengan FIGC.
Pengganti potensial Guardiola di City juga mulai dibicarakan. Enzo Maresca, mantan gelandang Italia yang kini berkarier sebagai pelatih, muncul sebagai kandidat kuat untuk mengisi kekosongan. Keputusan akhir mengenai penggantinya akan bergantung pada hasil akhir musim City dan keputusan pribadi Guardiola.
Berikut beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam spekulasi ini:
- Kontrak dan Kebebasan: Guardiola masih terikat satu tahun di City, namun kebebasan untuk keluar lebih awal tetap terbuka bila hasil klub tidak memuaskan.
- Gaji dan Sponsor: FIGC harus menemukan sponsor untuk menutupi selisih gaji, mengingat €14 juta di atas kemampuan finansial federasi.
- Keterikatan Emosional: Pengalaman bermain di Italia menjadi nilai tambah bagi Guardiola.
- Strategi Timnas: Guardiola dapat memperkenalkan filosofi permainan menyerang yang modern, meningkatkan daya saing Italia di kancah internasional.
Jika Guardiola memutuskan untuk mengambil peran tersebut, langkahnya akan menandai perubahan signifikan dalam kariernya, beralih dari tekanan harian klub elite ke tantangan membangun tim nasional. Ia tidak akan langsung melatih klub lain, melainkan menghabiskan waktu adaptasi dengan pemain Italia, mengembangkan sistem taktik, dan mempersiapkan tim untuk kompetisi besar seperti Euro 2028.
Di sisi lain, keputusan tersebut juga akan menambah beban pada FIGC yang harus menyeimbangkan antara keinginan publik akan sosok pelatih kelas dunia dan realitas keuangan. Keberhasilan rekrutmen Guardiola dapat menjadi contoh baru bagi federasi lain yang ingin menarik pelatih top dengan dukungan sponsor.
Apapun hasilnya, spekulasi ini menegaskan bahwa masa depan Pep Guardiola berada di persimpangan penting, antara melanjutkan warisan gemilangnya di Manchester City atau menapaki jalur baru sebagai arsitek kebangkitan tim nasional Italia.