Imran Nahumarury Janjikan Kejutan, Semen Padang Gagal Menghalau Borneo FC 3-0 di Samarinda
Berita Pilihan 25 April 2026 – Sabtu, 25 April 2026, Stadion Segiri di Samarinda menjadi saksi kontras tajam antara dua kutub klasemen BRI Super League 2025/26. Semen Padang FC, yang berada di zona merah dengan 20 poin, menantang tuan rumah Borneo FC yang menempati posisi kedua dengan 63 poin. Di balik perbedaan statistik, pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, menegaskan timnya tidak akan gentar dan telah menyiapkan kejutan untuk menambah poin krusial.
Pada konferensi pers pra-pertandingan yang digelar Jumat (24/4), Imran Nahumarury mengakui adanya beberapa kendala, terutama absennya gelandang asing Andalan Alhassan Wakaso. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kedalaman skuad sudah siap mengisi celah. “Persiapan kami berjalan sangat baik. Meski ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil besok, namun kami sudah siapkan penggantinya,” ujar Imran. Ia menambah, timnya tidak akan melakukan man‑marking berlebihan pada bintang lawan seperti Mariano Peralta, melainkan akan menjaga kolektifitas Borneo FC secara menyeluruh.
Secara taktik, Imran Nahumarury menyiapkan formasi 4‑3‑3 dengan fokus pada transisi cepat dan penyerangan melalui sisi sayap. Ia berharap Kianz Froese dan Guillermo Fernandez dapat memanfaatkan ruang di lini pertahanan Borneo FC yang dikenal rapat. Sementara itu, Borneo FC, dipimpin Fabio Lefundes, mengandalkan formasi 4‑2‑3‑1 dengan Nadeo Argawinata di gawang dan serangan yang dipimpin Kaio Nunes serta Koldo Obieta.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Pada menit ke‑8, Borneo FC berhasil membuka keunggulan melalui gol Komang Teguh yang memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti. Gol pertama ini menjadi momentum bagi Pesut Etam yang semakin menguasai penguasaan bola. Semen Padang berusaha bangkit, menciptakan beberapa peluang melalui Kianz Froese, namun tendangan kerasnya masih membentur mistar.
Gol kedua tercipta pada menit ke‑39 lewat sundulan keras Kaio Nunes dari tendangan pojok. Kemenangan 2-0 pada babak pertama menegaskan dominasi Borneo FC. Semen Padang tetap berusaha menembus pertahanan lawan, namun eksekusi akhir masih kurang tepat. Pada babak kedua, Borneo FC memperkuat pertahanan dengan skema middle‑block, menahan tekanan terus-menerus dari Kabau Sirah.
Puncak pertandingan terjadi pada menit ke‑93+4 ketika Koldo Obieta menambah angka menjadi 3-0 dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak dapat diantisipasi oleh kiper Arthur Augusto. Skor akhir 3-0 mengukuhkan kemenangan telak Borneo FC, menyamakan poin dengan pemuncak klasemen Persib Bandung di 66 poin, sementara Semen Padang tetap berada di zona degradasi dengan jarak 7 poin dari zona aman.
Berikut rangkuman susunan pemain pada laga tersebut:
| Borneo FC (4‑2‑3‑1) | |
|---|---|
| GK | Nadeo Argawinata |
| DF | Alfharezzi Buffon, Christophe Nduwarugira, Komang Teguh Trisnanda, Westherley Garcia |
| MF | Kei Hirose, Rivaldo Pakpahan |
| AM | Kaio Nunes, Marcus Astina, Mariano Peralta |
| FW | Koldo Obieta |
| Semen Padang (4‑3‑3) | |
|---|---|
| GK | Arthur Augusto |
| DF | Jaime Geraldo, Angelo Meneses, Asyraq Gufron, Ade Kristiano |
| MF | Boubakary Diarra, Ricki Ariansyah, Kianz Gonzaloses Forese |
| FW | Kazaki Nakagawa, Guillermo Fernandez, Ripal Wahyudi |
Setelah laga berakhir, Imran Nahumarury mengakui bahwa eksekusi di lapangan belum optimal, terutama dalam penyelesaian akhir. Ia menekankan pentingnya memperbaiki konsistensi dan menambah poin pada lima pertandingan tersisa agar Semen Padang dapat menghindari degradasi. Sementara itu, Borneo FC terus menegaskan ambisinya untuk menantang Persib Bandung dalam perebutan gelar, dengan performa yang kini semakin stabil.
Dengan hanya tersisa lima pekan, pertempuran di puncak klasemen dan zona aman semakin memanas. Semen Padang harus mengoptimalkan setiap kesempatan, sementara Borneo FC bertekad memperlebar jarak ke pemuncak. Bagi para pendukung, laga ini menjadi bukti bahwa keberanian Imran Nahumarury dalam menyiapkan strategi tidak selalu berbanding lurus dengan hasil, namun semangat juang tetap menjadi bahan bakar utama di setiap laga.