Berita Pilihan

Kiesha Alvaro Gali Keterampilan Kuli Proyek: Dari Nyangkul hingga Mengendalikan Ekskavator di Film “Tumbal Proyek”

admin ·
Kiesha Alvaro Gali Keterampilan Kuli Proyek: Dari Nyangkul hingga Mengendalikan Ekskavator di Film "Tumbal Proyek"

Berita Pilihan 25 April 2026 – Kiesha Alvaro kembali menjadi sorotan publik setelah menghabiskan tiga minggu intensif belajar berbagai keterampilan konstruksi demi memerankan Yuda, seorang kuli proyek yang menjadi tokoh utama dalam film horor thriller “Tumbal Proyek“. Film produksi Dee Company ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 13 Mei 2026 dan mengangkat mitos manusia tumbal di lokasi proyek pembangunan yang dihantui teror mistis.

Untuk memastikan karakter Yuda terasa autentik, Kiesha tidak hanya mengandalkan buku naskah. Ia melakukan riset lapangan dengan mengunjungi proyek‑proyek pembangunan di sekitar rumahnya di Jakarta Pusat. “Ketika riset soal kuli proyek, aku cari ada pembangunan apa yang lagi dekat rumahku, atau kadang tempat pembangunan kecil kayak yang rumah doang,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif. Selama kunjungan tersebut, ia bertanya langsung kepada pekerja senior mengenai teknik mengangkat beban, cara mengoperasikan alat berat, hingga prosedur keselamatan di lokasi.

Baca juga:

Pengalaman pertama yang paling mengesankan baginya adalah belajar nyangkul. Sebelumnya ia belum pernah menyentuh sekop atau cangkul di rumah, namun dalam film ia harus menyiapkan tanah untuk pondasi proyek jembatan fiktif. “Saya belajar nyangkul, saya belajar pokoknya semua perkakas yang saya nggak pernah sentuh di rumah, saya sentuh di film ini,” kata Kieska sambil mengingat kembali sensasi tanah yang basah di ujung cangkul.

Tak berhenti di situ, Kiesha juga berlatih mengaduk semen secara manual. Selama sesi workshop, ia mempelajari proporsi campuran, teknik pengadukan, serta cara menilai kekentalan yang tepat untuk pekerjaan struktural. “Itu beneran kepakai ternyata di rumah. Kan ada beberapa tembok yang bolong, saya bisa nyemen sendiri,” tambahnya, menegaskan bahwa latihan tersebut memberi manfaat praktis di luar set.

Bagian paling menantang adalah belajar mengendalikan ekskavator. Pada hari pertama di lokasi syuting, kru film menugaskan seorang operator berpengalaman untuk mendampingi Kiesha. Ia harus menggerakkan bucket, mengatur kecepatan, dan menghentikan mesin tepat waktu—tugas yang biasanya memerlukan sertifikasi khusus. “Saya bawa ekskavator, dan itu sangat menyenangkan sekali pengalaman itu,” ujarnya dengan tawa. Meskipun ada ketegangan awal, proses belajar berlangsung tanpa insiden, bahkan diwarnai canda tawa antar kru.

Baca juga:

Selain keterampilan darat, Kiesha juga mengikuti sesi penyelaman singkat. Film menampilkan adegan di mana Yuda harus menyelam ke dalam sumur konstruksi yang dipenuhi air keruh untuk menemukan petunjuk tentang kematian ayahnya. “Kami juga belajar nyelam, jadi belajar bawa peralatan selam, bernapas dengan regulator, dan tetap tenang di kedalaman,” jelasnya.

Selama tiga minggu persiapan, kegiatan harian Kiesha dapat diringkas dalam daftar berikut:

  • Riset lapangan di lokasi pembangunan sekitar Jakarta.
  • Workshop penggunaan perkakas: cangkul, sekop, palu, dan semen mixer.
  • Latihan mengoperasikan ekskavator di area aman dengan pengawasan operator profesional.
  • Sesi penyelaman dasar untuk adegan sumur.
  • Pembacaan naskah dan diskusi karakter dengan sutradara Dee Company.

Hasil kerja kerasnya terlihat jelas pada penampilan di konferensi pers trailer resmi yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada 23 April 2026. Saat ditanya tentang proses belajar, Kiesha menuturkan, “Reading dan workshop gitu. Ya ada di hari saya belajar nyemen tadi, belajar yang lain‑lain, hari di mana saya belajar bawa alat berat juga, dan sambil nyelam juga, jadi belajar nyelam juga.”

Baca juga:

Para pemeran lain, termasuk Callista Arum, Karina Suwandi, Eduward Manalu, dan Fuad Idris, juga memberikan dukungan moral selama proses produksi. Mereka menilai bahwa pendekatan metodis Kiesha menambah kedalaman karakter Yuda, menjadikan film tidak hanya menakutkan secara visual tetapi juga terasa realistis dalam menggambarkan dunia konstruksi yang keras.

Secara keseluruhan, upaya Kiesha Alvaro dalam mempelajari keterampilan teknis tidak hanya memperkaya aktingnya, tetapi juga menginspirasi penonton untuk menghargai kerja keras para kuli proyek yang seringkali tersembunyi di balik gedung‑gedung megah. Film “Tumbal Proyek” menjanjikan kombinasi horor psikologis dengan latar konstruksi yang otentik, menjadikannya salah satu rilis paling dinanti pada musim semi 2026.