Kontroversi Rasisme Jin Chou: Prada 2 Dihujat Netizen China dan Menyulut Boikot
Berita Pilihan 24 April 2026 – Film sekuel yang sudah dinantikan, Prada 2, kini berada di tengah gejolak publik setelah warganet China menuding adanya unsur rasisme pada salah satu karakternya. Nama karakter Jin Chou, yang diperankan aktris Tiongkok-Amerika Helen J. Shen, dipermasalahkan karena terdengar mirip dengan istilah penghinaan “ching chong” yang secara historis digunakan Barat untuk mengejek orang Asia.
Keluhan tersebut pertama kali muncul di platform daring China.com dan kemudian disebarkan melalui media Korea Joongang Daily, The Korea Times, serta The Straits Times. Pengguna menilai bahwa tidak hanya nama saja, tetapi penampilan Jin Chou—kacamata tebal, kemeja kotak‑kotak, serta cara berbicara yang dianggap berlebihan—memperkuat stereotip negatif tentang orang Tionghoa. Beberapa komentar menyoroti bahwa karakter tersebut digambarkan sebagai lulusan Yale yang cerdas namun canggung secara sosial, sebuah gambaran yang dianggap mengakar pada prasangka lama.
Kontroversi ini berkembang menjadi seruan boikot. Netizen di Tiongkok menuntut agar Prada 2 tidak ditayangkan di pasar domestik, mengklaim film tersebut secara sengaja menyinggung sensitifitas budaya Tiongkok demi mengejar penonton internasional. Sing Tao Daily dari Hong Kong melaporkan bahwa potensi boikot dapat memengaruhi pendapatan box office dan reputasi studio 20th Century Studios di wilayah tersebut.
Film yang dijadwalkan tayang di Tiongkok pada 1 Mei 2026 serta di Indonesia pada 29 April 2026 kini menghadapi tekanan tambahan. Sementara itu, pihak produksi belum memberikan pernyataan resmi mengenai perubahan nama atau penyesuaian karakter. Namun, dalam wawancara singkat, perwakilan 20th Century Studios menegaskan bahwa mereka menghormati semua budaya dan akan meninjau masukan penonton.
Di sisi lain, Prada 2 tetap menjadi sorotan fashion. Premiere di Lincoln Center, New York pada 20 April 2026 menampilkan penampilan glamor Anne Hathaway, Meryl Streep, Emily Blunt, dan Stanley Tucci. Hathaway mengenakan gaun strapless merah buatan Louis Vuitton lengkap dengan perhiasan Bvlgari, sementara Streep memukau dengan cape coat merah dari Givenchy. Blunt tampil dalam gaun couture Schiaparelli berhiaskan bulu sutra, dan Tucci memilih velvet blazer hitam yang elegan.
Untuk menambah antisipasi, Plaza Indonesia bekerja sama dengan Disney Indonesia menghadirkan “Runway Experience” yang meniru kantor majalah fiksi Runway dalam film. Instalasi interaktif ini terbuka bagi publik sejak 23 April hingga 15 Mei 2026, memberi pengunjung kesempatan merasakan atmosfer kerja karakter ikonik seperti Andy Sachs, Emily Charlton, dan Miranda Priestly.
Sejumlah pakar budaya dan media menilai bahwa kontroversi ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara industri hiburan Barat dan penonton Asia. Sementara sebagian publik menilai kritik tersebut berlebihan, yang lain menekankan pentingnya representasi yang sensitif dan akurat dalam produksi global.
Dengan tanggal rilis yang semakin dekat, dinamika antara protes di Tiongkok dan sorotan fashion internasional menjadikan Prada 2 sebagai kasus studi tentang bagaimana isu budaya dapat memengaruhi strategi pemasaran film besar. Bagaimana pihak studio akan menanggapi tekanan ini, serta apakah boikot akan berlanjut, menjadi pertanyaan utama yang akan terjawab ketika film resmi diputar di layar lebar.