Terbongkar! Mobil Dimodifikasi untuk Selundupkan 2 Ton BBM Subsidi di Pangkal Pinang
Berita Pilihan 25 April 2026 – Polisi setempat berhasil membongkar jaringan penyelundupan bahan bakar subsidi senilai jutaan liter yang menggunakan mobil modifikasi khusus. Aksi nekat ini terungkap setelah tim keamanan internal perusahaan energi melaporkan adanya aktivitas mencurigakan pada jam malam. Penyelidikan mengarah pada dua tersangka yang diketahui berinisial MSC (33) dan DP (33), keduanya ditangkap tanpa perlawanan signifikan.
Modus operandi yang dipakai menyerupai pola yang sebelumnya terdeteksi dalam kasus “ninja sawit” di Bengkalis. Kedua pelaku memanfaatkan sebuah truk berjenis Colt Diesel yang telah dimodifikasi dengan ruang bakar tambahan untuk menampung hingga dua ton BBM subsidi. Setelah truk resmi perusahaan mengangkut muatan resmi, mereka memindahkan sebagian isi ke kendaraan lain yang telah dipersiapkan, sehingga volume yang hilang sulit terdeteksi pada inspeksi rutin.
Kapolres Pangkal Pinang, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menjelaskan bahwa timnya menemukan satu unit mobil Colt Diesel dengan bak yang tampak tidak wajar. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, ditemukan bukti kuat berupa selang khusus, pompa mini, dan catatan logistik yang menunjukkan upaya penambahan muatan secara illegal. Selain dua tersangka, aparat berhasil menyita dua unit truk, 36 drum BBM, serta peralatan pendukung lainnya.
- 2 unit truk Colt Diesel modifikasi
- 36 drum BBM subsidi (total sekitar 2 ton)
- Perlengkapan pemindahan muatan (selang, pompa)
Petugas mencatat bahwa kerugian yang dialami pemerintah diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar, mengingat harga subsidi BBM per liter yang jauh di bawah harga pasar. Kedua tersangka kini berada di sel tahanan Polsek Pangkal Pinang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka diduga melanggar Pasal 488 KUHPidana tentang penggelapan yang dilakukan oleh orang yang menguasai barang karena hubungan kerja.
Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat pada distribusi bahan bakar subsidi, terutama di wilayah-wilayah yang rawan penyalahgunaan. Polisi mengimbau semua pihak, termasuk perusahaan energi dan masyarakat, untuk melaporkan aktivitas mencurigakan secepatnya. Upaya kolaboratif antara aparat keamanan, perusahaan, dan warga diharapkan dapat meminimalisir praktik ilegal serupa di masa depan.
Investigasi lebih lanjut akan menelusuri jaringan distribusi yang lebih luas, termasuk potensi keterlibatan pihak ketiga yang menyediakan kendaraan modifikasi. Pemerintah daerah juga berencana meningkatkan penggunaan teknologi pemantauan digital pada setiap tahap distribusi BBM subsidi, guna mencegah terulangnya kasus serupa.
Dengan penangkapan MSC dan DP, diharapkan proses hukum dapat berjalan cepat dan memberikan efek jera bagi pelaku penyelundupan lainnya. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa tindakan nekat dalam menggelapkan sumber daya negara tidak akan luput dari pengawasan.